NABIRE - Perayaan Paskah atau kematian Tuhan Yesus Kristus di Bukit Golgota adalah sebuah perayaan yang dilakukan semua umat Kristiani di dunia setiap tahun. Hal itu juga yang dilakukan Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Kotalama Nabire pada hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Minggu (17/04/22) Pukul 04.00 WIT dini hari. 

Cuaca kurang bersahabat, karena turunnya hujan sejak pukul 00.30 WIT hingga pagi hari. Sejak malam harinya, seluruh warga jemaat GKI Imanuel Kotalama mengumandangkan puji-pujian sambil menonton layar lebar tentang kisah Tuhan Yesus Kristus yang di salibkan. Walaupun di guyur hujan, ibadah Fajar Paskah di GKI Imanuel Kotalama tetap berjalan dengan sangat antusias dan penuh sukacita. Ibadah sambut Fajar Paskah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus di pimpin langsung Ketua Jemaat GKI Imanuel Kotalama, Pendeta Sandie Ishak, S.Si pada Pukul 05.00 WIT dini hari. 

Dalam khotbahnya, yang terambil dalam Alkitab Wahyu 20 : 1 – 6 “Kerajaan Seribu Tahun”  mengatakan, bahwa di mata Tuhan semua adalah sama, tidak laki-laki, tidak juga perempuan. Semua umat bersuka cita, karena pada saat itu Tuhan yang telah mati dan di kuburkan di dalam goa itu telah bangkit dari para antara orang mati.

“Di mata Tuhan semua itu sama, tidak laki-laki, tidak perempuan, tetapi justru perempuan menjadi saksi utama dari berita kebangkitan itu, dari kubur yang kosong itu, mereka bersuka cita, tidak ada lagi tangisan, tidak ada lagi ketakutan karena kebenaran itu. Mereka memberi salam kepada Yesus, karena telah tertulis, jangan takut, pergi dan katakan pada saudara-saudaraku supaya mereka pergi ke Galilea, karena di sanalah mereka akan menyembah Aku,”ujarnya.

Kata dirinya, makna kebangkitan Kristus bagi umat manusia, adalah membuktikan kepada semua umatnya, bahwa kebangkitan tentang orang-orang yang saleh, orang-orang yang telah meninggal dunia adalah sebuah kebenaran yang pasti. Allah itu setia dalam janjinya, dan Ia tidak berdusta. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa segala kebenaran yang terdapat di seluruh Alkitab, baik yang tertulis, maupun yang di beritakan oleh para Nabi, Rasul-rasul dan Gerejanya pada masa kini, itu bukanlah berita yang bohong, tetapi itu adalah berita kebenaran dan fakta kebenaran. 

“Kebenaran itu kita dapat dalam firman Tuhan, nyatakan itu dan beritakan itu, sekalipun kita tidak melihat peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus pada masa itu, tetapi kita percaya dengan iman kepada Tuhan. Kita menjadi orang yang telah diberikan kebenaran oleh Allah, diberikan keselamatan oleh Allah wajib untuk memberitakan kebenaran-kebanaran itu atas kebenaran firman-Nya,”tuturnya. 

Menurutnya, kebangkitan Kristus menjadi rego Gereja, kebangkitan Kristus menjadi pengakuan Gereja. Kebangkitan Kristus tidak akan tergoyahkan sepanjang masa, sampai Yesus Kristus datang kembali. Kebenaran Firman Allah yang kita dengar adalah kebenaran yang sejati, kebenaran yang pasti, kiranya kuasa kebangkitan Kristus menyatakan hidup kita benar untuk melakukan segala kebenaran firman-Nya di dalam kehidupan kita setiap hari hanya di dalam tuntunan dan kuasa Roh Kudus.

Setelah Ibadah Fajar Paskah kebangkitan Kristus, seluruh warga Jemaat GKI Imanuel Kotalama melakukan puji-pujian dan menyalakan dan memegang obor yang telah di nyalakan sambil bernyanyi dan bersukacita mengelilingi salib Paskah yang berada di areal halaman gereja, serta menyalakan api unggun yang telah di sediakan di tengah-tengah halaman gereja sebagai bentuk sukacita atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. (cad)