Guru Agama Katolik Tak Ada, Anak-anak Belum Beriman Katolik
NABIRE - Paroki Santo Yosep Nabire Barat belum ada Guru Agama Katolik sehingga anak-anak katolik belum beriman katolik didalam hidup k
Bagikan
NABIRE - Paroki Santo Yosep Nabire Barat belum ada Guru Agama Katolik sehingga anak-anak katolik belum beriman katolik didalam hidup kehidupan mereka, nyatanya kita lihat di sekolah-sekolah. Demikian diungkap Ketua Dewan III Paroki Santo Yosep Nabire Barat Yulius Tatogo Senin (10/6) bertempat diujung jembatan Kalibumi Nabire. Dikatakan Yulius, kemping rohani yang dilaksanakan selama dua hari dua malam di Yaro satu itu dilaksanakan dengan tujuan memperkuat tebal iman anak-anak, kemudian menimbulkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan, persaudaraan, saling mengenal satu sama lain diantara mereka sendiri agar kedepan persahabatan mereka itu dapat dibekali dengan baik sebagai generasi muda katolik. Latar bekalang dapat mendorong melalui kemping rohani ini salah satunya tadi, mempertebal iman anak karena banyak anak orang muda katolik tapi belum beriman katolik, menyapa terjadi banyak anak belum beriman katolik karena tidak ada dasar atau pondasi yang belum membentuk anak menjadi iman katolik, yaitu dengan tidak adanya guru agama katolik mulai dari sejak sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Mengenah Atas (SMA). Sehingga pelajaran agama katolik kebanyak anak ikut agama Kristen Protestan, maka belum terbentuk anak-anak yang beriman katolik dengan demikian Pastor Paroki beserta ketua OMK dan jajarannya ambil alih mengadakan kegiatan kemping rohani dalam rangka mempertebal iman anak katolik yang baik kedepannya.(modes)
Bagikan artikel ini



