Guru Baru Lulusan Formasi 2018 dan Lulusan P3K Sebaiknya Dibekali Guru SATIGU
NABIRE - Para calon guru yang baru saja lulus dan melengkapi berkas seperti para calon guru Pewagai Negeri Sipil (PNS) formasi 2018 dan calon guru lulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebelum melaksanakan tugas di tempat tugas, sebaiknya diberikan pembekalan Satuan Bhakti Guru Daerah Terpencil (SATIGU).
NABIRE - Para calon guru yang baru saja lulus dan melengkapi berkas seperti para calon guru Pewagai Negeri Sipil (PNS) formasi 2018 dan calon guru lulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebelum melaksanakan tugas di tempat tugas, sebaiknya diberikan pembekalan Satuan Bhakti Guru Daerah Terpencil (SATIGU).
Sehingga bagi calon guru CPNS formasi 2018 dan para calon guru yang lulus tes P3K, perlu mendapatkan pembinaan yang cukup. Karena lewat SATIGU, guru bisa mencintai tempat tugas.
“SATIGU itu penting bagi guru, agar guru memiliki tambahan sehingga bisa betah ditempat tugas. Sebab berdasarkan data yang kami dengar saat ini, ada oknum–oknum calon guru formasi 2018 dan guru lulusan tes P3K, lebih banyak dititipkan untuk melaksanakan tugas di kota dan pinggiran kota,” ujar Kepala Sekolah SD Negeri/Impres 02 Sanoba, Azer Raubaba kepada Papuapos Nabire, Selasa (8/2/22) yang juga mantan peserta SATIGU tahun 1991.
Sementara fakta mengatakan di lapangan, telah terjadi kekosongan guru PNS di sekolah-sekolah yang berada di daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (Daerah 3T). Sedangkan di kota dan daerah pinggiran kota telah terjadi penumpukan guru. Semuanya bukan salah siapa-siapa, tetapi ini akibat dari kurangnya pemahaman soal kecintaan tempat tugas.
Sehingga pemerintah tidak hanya melakukan penerimaan besar-besar dengan alasan untuk menutup kekurangan tenaga guru. Tetapi faktanya di lapangan semua sekolah daerah 3T telah terjadi kekosongan guru.
Kisahnhya, selaku guru yang pada tahun 1991 diangkat menjadi guru, langsung diberikan waktu lagi untuk mengikuti SATIGU selama 3 bulan. Dan selanjutnya diberangkat ke tempat tugas dengan gaji 15.000 rupiah per bulan.
Dan pada saat itu selaku guru dirinya ditempatkan di SD Negeri/Impres Bugalaga, Distrik Homeyo yang kini masuk di Kabupaten Intan Jaya. (des)
Bagikan artikel ini



