NABIRE - Guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik Santo Yosep Calasanz Paroki St. Yosep Nabire Barat mengadakan rapat membahas jadwal jam mengajar bagi siswa di sekolah tersebut. Hal ini terlihat saat pantauan Papuapos Nabire, Selasa (20/7/21) di Paroki St. Yosep Nabar.

Dikatakan Kepsek, Emanuel Goo, S.Pd, pada prinsipnya di sekolah baru buka  ini kita guru-guru tidak perlu khawatir. Karena sudah diakreditasi kementrian di pusat maupun di provinsi bahkan di kabupaten.

Di sekolah ini ada dua jurusan, yakni Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan. Tetapi siswa sebanyak 18 orang memilih satu jurusan yakni Jurusan Peternakan. Sehingga menjadi tugas sekolah untuk mulai mensosialisasi kepada masyarakat di wilayah Meepago supaya tahun depan kedua jurusan semua terisi.

“Dan sementara kita fokus mengajar satu jurusan ini guru-guru kasih mengajar siswa di kelas lebih sedikit dan siswa praktek di lapangan itu banyak, hingga guru-guru juga fokus lebih banyak di lapangan kontrol siswa,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, di lapangan masing-masing siswa menyiapkan alat kerja. Sepertinya sabit, sekop, parang, linggis, semprot, mesin babat, yang harus siswa miliki.

Kata dia, siswa waktu jam praktek alat kerja tidak baku pinjam harus siswa pegang alat kerja masing-masing. Itu yang kita gunakan supaya kedepan mereka ini menjadi orang kerja dan ada hasil bagi mereka. Serta lanjut sekolah maupun tidak lanjut intinya mereka miliki ada hasil.

“Jadi kenaikan kelas siswa juga guru-guru ambil nilai yang fokus utama adalah hasil usaha kerja mereka inilah yang akan dinilai itu yang kita kesepakatan bersama nantinya," pungkasnya. (modes)