NABIRE – Gereja Keuskupan Jayapura hasil sidang dewan keuskupan pada tahun 1996, bapak Uskup Herman Munighop, pada awal jabatan sebagai Uskup Keuskupan Jayapura. Hasil sidang dewan keuskupan tahun tersebut, telah memaklumkan usaha gereja mandiri sebagai proritas  utama. Sidang dewan itu, diikuti para kepikepan, kepikepan para dewan pastoral. Karya itu tentunya mencapai pada komonitas kearah gereja yang mandiri berawal mulai dari masing– masing keluarga. Untuk memahami membangun gereja mandiri visi pola dan bijakan keluarga sebagai persekutuan komonitas memberikan tempat bagi orang Irian (kala itu). Selanjutnya untuk membangun setiap aspek kehidupan mengadakan  pelayanan dalam keluarga untuk mengembangkan sikap terarah. Penyelenggaraan ibadah secara tepat lagu asli (tupe) sebagai lagu pembukaan. Seluruh inti dari perayaan paskah dilakukan di masing–masing  keluarga atau di rumah mereka memberikan tempat, makna Paskah penyelenggaraan di tengah keluarga. Paskah budaya Papua mendapat tempat kini dan kelak, walaupun terlihat sebagai kelompok minoritas. Warna tersebut menampilkan Gereja berwajah Papua memperkaya secara kesungguhan, kebijakan konkrit yang mesti dikembangkan memberikan perhatian kepada kekhasan budaya. Hal itu semesti memberikan tempat dan peran jenjang hidup mengereja. Tim pastoral setempat dewan, paskah kali ini melalui siaran RRI Nabire. Tidak  merayakan paskah seperti biasanya akibat corona. Dasar kepercayaan warga  Tigi Yobee, Gereja Imagulata Moanemani menghendaki lakukan perayaan paskah di gereja, ungkap mereka kepada frater yang bertugas minggu itu. Atas kesadaran memberikan perhatian istimewa, intropeksi diri, Paskah  Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih dan Jumat Agung, Sabtu Suci. Ortu stase kecedekiawan sebagai pihak yang memiliki peran. Kader gereja  adalah pimpinan, kepala keluarga merenungkan menghayati arti makna paskah tersebut. Mereka yang mempunyai kedudukan dan pengaruh kalangan saksi pewarta, para pelayan atau kader dibantu untuk memahami latar belakang sosial budaya jemaat setempat yang dilayani. Komonitas wadah tradisional didampingi untuk memantabkan diri bersatu bersuara. Acara liturgi memberikan tempat misa budaya promosi dasar sumber untuk susunan acara. Terjadi sesuatu yang berharga dalam susunan ibadah paskah keluarga masing–masing memberi faedah kebangkitan komunitas Yesus yang menjadi panutan sedang berada distase misa budaya paskah peran.(donatus degei)