Hampir Sebulan Sampah Menumpuk di Pasar Kartum
NABIRE - Hampir sebulan, sejak Bupati Nabire, Isaias Douw melarang untuk membuang sampah di Pasar Oyehe, Kalibobo dan Karang Tumaritis, sela
Bagikan
NABIRE - Hampir sebulan, sejak Bupati Nabire, Isaias Douw melarang untuk membuang sampah di Pasar Oyehe, Kalibobo dan Karang Tumaritis, selang beberapa hari kemudian, sampah kembali menumpuk di tengah Pasar Karang Tumaritis. Hingga saat ini, tumpukan sampah tersebut tidak diangkat sehingga menimbulkan bauh tidak sedap di tengah pasar.Bupati Nabire bersama Team Transtib Kota Nabire boleh berbangga telah berhasil mengamankan tiga lokasi sampah di pasar. Ternyata tidak demikian di lapangan. Karena, sampah di Pasar Karang Tumaritis bagian depan boleh bersih tetapi di dalam pasar, pedagang dan penjual menumpuk sisa-sisa jualannya di area yang sudah dilokalisir sebagai lokasi sampah. Sampah sisa dari pedagang dan penjual kian hari kian bertambah sehingga kini mulai membukit.Belum lagi, akibat tumpukan sampah yang tebal sehingga sebagian membusuk, kini muncul bauh yang tak sedap di tengah pasar. Tumpukan sampah tidak menggunung karena sering warga membakar sampah kering sehingga volume sampah berkurang.“Bauh dari sampah ini sudah lama kami rasakan. Tetapi mau apa, tidak ada tempat untuk kami jualann lagi. Terpaksa kami jualan di pinggir sampah,” tutur seorang pedagang.“Pemerintah ini lihat ka tidak ini. Katanya mau kasih bersih pasar, tapi lihat, kami mama-mama ini jualan dengan mencium bauh sampah terus. Tida kasian ka, kami ini tinggal cium bauh sampah terus begini lama-lama kami semua bisa sakit,” pinta seorang mama Papua sambil bergerutu.Menurut pemandangan sepintas, mama-mama Papua yang jualan di sekitar tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap, tidak menggunakan masket hidung. Hampir setengah hari bertahan bersama dengan sampah menjajakan jualannya kepada konsumen.(ans)
Bagikan artikel ini



