Hardiknas Bernuansa Adat Budaya Nusantara
NABIRE - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-63 tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2022, diperingati dalam bentuk upacara bendera di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Nabire, pada Jumat (13/05/22). Sebelumnya, pada pukul 05.30 WIT, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire juga melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa. Sementara untuk puncak peringatan Hardiknas ke–63 tahun 2022 tingkat SMA/SMK Kabupaten Nabire bertempat di SMA Negeri 1 Nabire dengan Inspektur Upacara (Irup), Wakil Bupati Nabire Ismail Djamaluddin, tingkat SMP berlangsung di SMP Negeri 1 Nabire dengan Irup, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Nabire La Halim, S.Sos, kemudian di SMP Negeri 4 Nabire dipimpin Plt. Sekda Nabire Herman Kayame, ST., MT, sedangkan untuk tingkat SD dan SMP (gabungan) di luar Kota Nabire bertempat di SMP Negeri 2 Makimi dengan Irup Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Nabire Selvina Magai, S.Pd.

NABIRE - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-63 tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2022, diperingati dalam bentuk upacara bendera di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Nabire, pada Jumat (13/05/22). Sebelumnya, pada pukul 05.30 WIT, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire juga melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa. Sementara untuk puncak peringatan Hardiknas ke–63 tahun 2022 tingkat SMA/SMK Kabupaten Nabire bertempat di SMA Negeri 1 Nabire dengan Inspektur Upacara (Irup), Wakil Bupati Nabire Ismail Djamaluddin, tingkat SMP berlangsung di SMP Negeri 1 Nabire dengan Irup, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Nabire La Halim, S.Sos, kemudian di SMP Negeri 4 Nabire dipimpin Plt. Sekda Nabire Herman Kayame, ST., MT, sedangkan untuk tingkat SD dan SMP (gabungan) di luar Kota Nabire bertempat di SMP Negeri 2 Makimi dengan Irup Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Nabire Selvina Magai, S.Pd.
Turut hadir pula pada upacara peringatan Hardiknas ke-63 tahun 2022 di tingkat SMA, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pijer, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Nabire, Septina Auparay, S.Pd., M.Pd, para dewan guru yang juga merupakan peserta upacara. Yang menarik pada upacara peringatan Hardiknas ke-63 tahun 2022 di Kabupaten Nabire, seluruh peserta upacara dari semua tingkat sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK menggunakan pakaian adat daerah masing-masing.
Sambutan tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A yang dibacakan Wakil Bupati Nabire Ismail Djamaluddin di SMA Negeri 1 Nabire mengatakan, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan secara nasional tanggal 2 Mei. Namun pada tahun ini bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, maka pelaksanaan peringatannya ditetapkan pada tanggal 13 Mei 2022.
Kata Wakil Bupati, peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini dibeberapa daerah di Indonesia dilakukan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa pandemic covid-19 ini tanpa ada korban yang berarti.
Lanjutnya, dampak dari pandemi Covid-19 ini banyak hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya. Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan secara daring atau online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun.
Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.
“Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi,”ungkapnya.
Menurutnya, sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya kesehatan, betapa pentingnya kebersihan, betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita. Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga disaat krisis ini telah berlalu. Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen, agar bangsa ini akan menjadi lebih baik di masa depan.
“Tema Hari Pendidikan Tahun 2022 yaitu ”PIMPIN PEMULIHAN, BERGERAK UNTUK MERDEKA BELAJAR” . Refleksi pendidikan hari ini menyadari betul bahwa semasa pandemi Covid-19, krisis pembelajaran menjadikan pendidikan semakin tertinggal dengan hilangnya pembelajaran atau learning loss dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi,” imbuhnya.
“Guna memulihkan pembelajaran pasca pandemi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima belas, Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar,” tambahnya.
Pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menekankan pentingnya penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat 2022). Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus, makin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif.
“Arah perubahan kurikulum yang termuat dalam Merdeka Belajar Episode 15 ini adalah struktur kurikulum yang lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial, memberikan keleluasan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar. hal tersebut dimaksudkan agar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Juga tersedia aplikasi yang dapat menghadirkan berbagai referensi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik,” ungkap Wakil Bupati Nabire.
Selanjutnya, dalam pemulihan pembelajaran saat ini, satuan pendidikan diberikan kebebasan menentukan tiga kurikulum yang akan dipilih atau tidak dipaksakan.
Pilihan pertama, Kurikulum 2013 secara penuh, pilihan kedua Kurikulum Darurat, yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan, dan pilihan ketiga adalah Kurikulum Merdeka.
Menurut Mendikbudristek RI dalam sambutannya yang di bacakan Wakil Bupati Nabire, bahwa apapun pilihan kurikulum yang terpenting fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Kemudian, tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka karena bagi peserta didik, tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.
Sedangkan bagi guru, Kata Mendikbudristek RI, akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik sehingga menghasilkan SDM yang baik. (cad)
Bagikan artikel ini



