Harga Barang Di Daerah Pegunungan Melonjak Tinggi
Jayapura - Kesulitan klasik kembali dialami oleh masyarakat di daerah pegunungan tengah Papua yang meliputi 9 Kabupaten yakni Kabupaten Induk Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak, Lani Jaya, Nduga, Yalimo, Mamberamo Tengah,dan Yahukimo, akibat pesawat cargo berhenti be
Bagikan
Jayapura - Kesulitan klasik kembali dialami oleh masyarakat di daerah pegunungan tengah Papua yang meliputi 9 Kabupaten yakni Kabupaten Induk Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak, Lani Jaya, Nduga, Yalimo, Mamberamo Tengah,dan Yahukimo, akibat pesawat cargo berhenti beroperasi semua harga barang melonjak naik dan semua pembangunan fisik terpaksa harus tertunda.Kondisi tersebut dikeluhkan oleh Bupati Tolikara usman G.wanimbo,SE,M.Si saat meninjau pembangunan Kantor Pemerintahan terpadu di Distrik persiapan Igari Sabtu kemarin.
Diakuinya semua pembangunan fisik dan non fisik bisa berjalan lancar, sangat tergantung dengan jasa pengoperasian pesawat cargo. Sejumlah pembangunan fisik seperti pembangunan kantor pemerintahan terpadu terpaksa harus tertunda karena bahan bangunan yang di datangkan dari Sentani mengunakan jasa pesawat cargo belum bisa diangkut ke Wamena untuk selanjutnya diangkut ke Tolikara mengunakan jasa angkutan darat mobil truk.Selain itu urat nadi kehidupan pertumbuhan perekonomian masyarakat pengunungan tegah Papua sangat tergantung juga pada jasa maskapai penerbangan tersebut. Saat ini harga barang sudah melambung tinggi seperti harga besin sebelumnya perliter Rp. 25 ribu rupiah, tetapi sekarang sudah mencapai Rp 40 hingga 60 ribu rupiah. Kemahalan serupa juga berlaku bagi kebutuhan pokok lainnya di Tolikara. Meski demikian Bupati Tolikara optimis sejumlah pembangunan yang tertunda tersebut bisa dirampungkan dalam tahun ini juga. Karena menurut pengamatan dirinya bahwa sekitar 75% sudah selesai tinggal 25% dalam sisa satu bulan kedepan bisa rampung 100%.Terkait kondisi kemahalan harga yang terjadi itu Bupati Tolikara Usman G.wanimbo,SE,M.Si berharap pemerintah Pusat mesti melihat kondisi ini. Kementerian terkait mesti menanggulagi kondisi kemaalan ini dengan cara menambah subsidi pesawat. Karena kemahalan harga barang terjdi dari faktor keterbatasan jasa pesawat udara yang melayani rute sentani – wamena. Jika jasa penerbangan cukup memadai kemahalan harga barang tersebut bisa ditekan menurun.Melihat kondisi demikian Bupati Tolikara berencana akan mensudsidi salah satu pesawat cargo Trigana rute sentani - wamena. "Saya sudah ketemu orang pesawat Trigana di Jayapura pada beberapa bulan yang lalu dalam tahun ini 2015. Kami sudah sepakat untuk melaukan kerja sama,tahun depan 2016 kesepakatan kami itu bisa terwujud," ujarnya.Sementara itu Pelaksana pembangunan pemerintahan terpadu dari PT MTT Group Maichel mengakui hingga sampai saat ini pihaknya masih terkendala dengan pesawat yang mengangkut barang – baran yang didatangkan dari sentani Jayapura. Dirinya berharap bahan bangunan kami itu bisa sengera tiba di Tolikara. Sehingga dalam sisa waktu sebulan kedepan bisa merampungkan pekerjaan. (Fani)
Bagikan artikel ini



