NABIRE – Hari ini, Kamis (4/6), Dinas Sosial Kabupaten Nabire melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana (BP) Dinsos akan menyalurkan 9 ton beras bantuan pemerintah daerah dari Beras Cadangan Pemerintah (BCP) sebagai beras cadangan di kelurahan. Dengan demikian, bantuan beras kepada warga ditengah pandemi corona di Kabupaten Nabire, tersalur seluruhnya dari 95 ton yang ditetapkan pemerintah sebagai bantuan pemerintah kepada warga miskin dan keluarga terdampak langsung dengan corona di daerah ini.

Kepala Dinas Sosial, Ishak usai rapat evaluasi penyaluran bantuan sosial (Bansos) baik itu beras cadangan pemerintah maupun distribusi paket Sembako bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 di Kantor Dinas Sosial, Rabu (3/6) kepada media ini mengatakan, dari 95 ton BCP yang direncanakan, 85 ton sudah disalurkan sebelumnya ke semua kampung dan kelurahan. Sisa 9 ton, hari ini (Kamis, 4/6) Satgas PB dari Dinas Sosial akan menyalurkan lagi BCP ke 9 kelurahan di Distrik Nabire. Setiap kelurahan akan menerima 1 ton beras cadangan pemerintah.

Sebelumnya, usai rapat evaluasi, dalam pertemuan dengan lurah se Distrik Nabire yang dihadiri Kepala Distrik Petrus Rumere dan Asisten II Thaib Syarifuddin, Kadinsos mengingatkan kepada para lurah agar segera memasukan laporan pertanggungjawaban penyaluran Bansos berupa beras dan paket Sembako.

Karena, kata Ishak, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sudah menetapkan bahwa laporannya sudah masuk ke pemerintah dalam dua minggu sejak menerima Bansos. Waktu yang sudah dipatok kini sudah melebihi dari waktu penyerahan Bansos berupa BCP yang disusul paket Sembako, sehingga lurah diminta untuk segera memasukkan laporan  penyalurannya kepada pemerintah melalui Dinas Sosial kepada Bupati Nabire untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi agar diganti oleh pemerintah provinsi.

Ketika ditanya tentang penyaluran paket Sembako, Ishak kepada media ini mengungkapkan 4.700 paket Sembako yang diperuntukan bagi keluarga miskin dan keluarga terpapar langsung dengan corona, sudah disalurkan melalui kelurahan, semuanya sudah tuntas, tidak ada lagi sisa (sisanya nol). Dari 5.500 paket Sembako yang disiapkan untuk membantu keluarga miskin dan keluarga terpapar Covid-19, 800 paket dialokasi untuk bantuan kepada lembaga kesejahteraan sosial, binaan instansi pemerintah, pantia asuhan dan sukarelawan.

Kadinsos Ishak merinci, dari 800 paket Sembako tersebut, sebanyak 210 paket disalurkan ke21 lembaga kesejahteraan sosial (LKS) masing-masing memdapat 10 paket, bantuan kepada keluarga orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 20 paket, warga binaan Dinas Sosial Kabupaten Nabire sebanyak 50 paket, bantuan kepada warga binaan Polres Nabire sebanyak 100 paket, sebanyak 50 paket bantuan kepada keluarga veteran, cacat, janda veteran, bantuan kepada warga difabel (kelainan fisik/mental) sebanyak 30 paket, kepada organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebanyak 30 paket, masyarakat Puncak Jaya yang turun ikut kegiatan sebanyak 20 paket, masyarakat Mamberamo yang merantau di Nabire sebanyak 20 paket, bantuan ke asrama pelajar mahasiswa suku Damal sebanyak 10 paket, bantuan ke penghuni asrama pelajar-mahasiswa Intan Jaya sebanyak 10 paket, bantuan ke STT Walter Pos Nabire sebanyak 10 paket, bantuan kepada Karang Taruna sebanyak 25 paket, persatuan sopir terminal Oyehe sebanyak 10 paket, dan bantuan kepada relawan yang terlibat untuk penanganan dan pencegahan Covid Kabupaten Nabire sebanyak 195 paket yang terdiri dari Tim Gugus Tugas Covid sejumlah 20 paket, kepada petugas kebersihan kota 50 paket, dan 125 paket untuk relawan Dinas Sosial.(ans)