NABIRE - Pada tanggal 17 Mei 2019 lalu telah terjadi kebakaran yang cukup dahsyat dan menghanguskan 10 ruangan bangunan milik SD Negeri/Inpres 02 Kalisemen, Distrik Nabire Barat. Ke 10 ruangan bangunan itu terdiri dari 8 ruangan kelas, 1 ruangan kepala sekolah dan 1 ruangan kantin yang terbakar hangus rata dengan tanah. Terhitung sudah memasuki 2 tahun tidak ada langkah maupun upaya dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untu membangun kembali.

Pada awalnya Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan mngupayakan melalui dana hibah Kementerian Pendidikan Nasional dan ada jawaban.  Namun dengan adanya wabah Covid-19, akhirnya upaya tersebut kandas dan hingga saat ini tidak ada titik terang.

Dan pada saat itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire mengambil langkah dengan membangun 4 ruangan darurat sebagai Ruangan Belajar Sementara (RBS). Dan 4 RBS inilah yang bisa mendukung proses KBM di SD tersebut hingga saat ini.

Dikatakan Kepala Sekolah SDN Inpres 02 Kalisemen, Sugiharto, S.Pd–SD, Selasa (25/5/21), faktanya jumlah murid yang ada hingga kini sebanyak 305 orang sementara kebutuhan RKB sangat terbatas.

Sementara pihaknya mendapatkan informasi ada rehaban gedung di SD atau sekolah lain yang cukup banyak. Untuk itu pihaknya mohon tidak dibangun sekaligus 10 rungan RKB itu, tetapi dibangun secara bertahap demi kelancaran proses KBM.

Dan selaku kepala sekolah tidak akan tinggal diam, tetapi akan berusaha terus menyurati semua pihak yang berkompoten agar ada jawaban pembangunan RKB.  Sebab dengan pertambahan jumlah penduduk pasti ada jumlah anak-anak masyarakat yang akan sekolah pula.

“Untuk itu kami meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar dalam program kerjanya jangan lupakan kami SDN Inpres 02 Kali Semen. Kami juga tidak meminta untuk dibangun semua RKB, tetapi kami minta bertahap dibangun RKB,” harapnya. (des)