NABIRE - Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) daerah Klasis Mapia Jemaat Maranata Diyouto mengadakan kegiatan ibadah pemulihan sekaligus ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) masuknya agama GKII Jemaat Maranata Diyouto.

Ibadah dilaksanakan di gereja Maranata Kampung Diyouto berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (19/1) dan Rabu (20/1).

Ibadah syukuran HUT dipimpin Pdt. Yoel Boma, S.M.th dengan sorotan tema, ”Mencari Pemulihan Dari Berbagai Aspek Dan Memberi Kemuliaan Bagi Nama Tuhan ( Mazmur 14:7- 53-7)Sub Tema Melalui momentum acara pengucapan syukur ini kita bangkit mencari pemulihan karena dibalik pemulihan ada suka cita.

  Seusai perayaan ibadah HUT, Ketua Panitia Titus Magai, S.Pd memacakan sejarah singkat agama GKII masuk di Kampung Ugiyago beberapa tahun yang silam orang tua sudah menempati sekitar 15 tahun kemudian mereka mengadakan suatu musyawarah mufakat bersama lalu gereja Maranata mereka bias bawa pinda ke kampung Diyouto hingga melalui agama kami banyak yang berhasil jika diharapkan kedepannya bias bersatu komitmen untuk membangun jiwa gereja  di jemaat Maranata kampong Diyouto kedepan lebih baik lagi.

Mewakili pemerintah kampung Desa Piyakunu, Stepina Magai, SE mengatakan mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya dan pula terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai telah memberikan kesempatan beribadah hingga pertama masuk agama di dusun Ugiyago menjadi injil masuk bagi keselamatan kami saat ini berada di kampung desa Piyakunu jemaat Maranata sehingga pemerintah tidak memberikan apapun tapi  karena Injil Tuhan maka pengurus daerah Klasis Mapia maupun jemaat kegiatan ini bias dapat terlaksana karena dengan adanya pertolongan Tuhan.

Kader GKII intelektual Mapia, Apedius Mote, ST, menyampaikan kegiatan pengucapan syukur injil masuk didaerah Mapia didalamnya ada dua momen terpenting yaitu pertama rekonsiliasi keluarga dalam gereja dan pengucapan syukur injil masuk.

“Saya sebagai kader GKII sangat bersyukur sekali karena gereja dan injil membawakan kami ke surga jika kedepannya harus dilakukan kelanjutan,” pungkasnya. (modes)