Ibu Hamil Wajib Tidur Berkelambu
Nabire – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire mewajibkan setiap ibu hamil (bumil) saat tidur harus menggunakan kelambu. Hal
Bagikan
Nabire – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire mewajibkan setiap ibu hamil (bumil) saat tidur harus menggunakan kelambu. Hal tersebut bertujuan menekan angka penularan malaria, khususnya bagi ibu hamil dan bayinya. Pengelola program malaria Dinkes Nabire, Yenice Derek, mengatakan bantuan kelambu bagi bumil diberikan pemerintah secara rutin semenjak adanya bantuan dari Global Fund pada tahun 2013 silam. Bantuan itu untuk ibu hamil dan diberikan gratis. “Pemberian kelambu sejak 2013. Jadi diberikan di puskesmas saat bumil memeriksa kandungan,” ujar Yenice Derek kepada Jubi di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020). Dijelaskan, kelambu tersebut berinsektisida tapi yang aman bagi manusia. Kelambu antinyamuk tersebut bisa bertahan selama tiga tahun. Pembagian kelambu difokuskan bagi bumil agar mencegah masuknya parasit malaria ke janin melalui ibunya. Risiko ibu hamil yang terkena malaria, ia bilang, bisa kekurangan darah, kehabisan tenaga saat melahirkan, keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan kurang, dan mengancam kematian pada ibu dan janin. “Ini yang perlu dihindari dengan memberikan kelambu sehingga anak yang baru lahir bisa terlindungi dan diselamatkan,” jelas Yenice. Menururtnya, pembagian kelambu setiap bulan berjalan yakni ada jadwal dari puskesmas yang mengatur. Setiap puskesmas tidak sama jadwal pendistribusiannya. Sesuai instruksi Menteri Kesehatan, setiap bumil yang memeriksakan kehamilannya di puskesmas wajib diberikan kelambu. Khusus untuk Papua, diwajibkan juga pemeriksaan HIV dan Hepatitis. Yenice menjelaskan program pembagian kelambu kepada bumil dijalankan di Papua karena angka kesakitan malaria di Papua sangat tinggi jika dibandingkan daerah lain. Papua masuk kategori ‘daerah merah’ penularan malaria. Masih menurut Yenice, saat ini stok kelambu di Dinkes Nabire sebanyak 74 karung. Per karung berisi 50 kelambu. Stok ini akan dibagikan bila ada permintaan dari puskesmas. “Karena masih ada stok di puskesmas. Nanti mereka datang minta kalau (stok kelambu) habis,” tuturnya. Yenice berharap setiap bumil yang datang memeriksa kehamilan di puskesmas dapat menerima dan menggunakan kelambu. “Kami harap, saat mereka periksa, mengambil kelambu kalau dikasih. Ini berguna untuk mereka sendiri,” harapnya. (pas)
Bagikan artikel ini



