NABIRE - Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres Kalibobo Yesaya Waroi, S.Pd secara tegas mengatakan, ilmu itu ibarat benih atau tanaman yang kini ditanam, namun hasilnya akan dilihat atau dipetik pada masa yang akan datang.Sementara soal kepintaran dari masing-masing anak atau peserta didik, dikembalikan kepada anak itu sendiri, sehingga guru diharapkan dapat mengunakan waktu yang ada untuk mengajar atau menanam benih atau menularkan ilmunya kepada anak.Untuk itu diharapkan kepada semua guru dari jenjang pendidikan SD hingga SMA dan SMK diwajibkan untuk memberikan ilmunya kepada anak atau peserta didik, karena benih ilmu yang ditaburkan hari ini kelak akan dilihat dan dipetik hasilnya.Demikian dikatakan Kepala SD Inpres Kalibobo Yesaya Waroi, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Jumat (21/2), di seputar halaman SDN 1 Nabire seraya menambahkan, guru dalam melaksanakan tugasnya harus merasa terpanggil dan harus melayani dengan hati yang tulus kepada semua peserta didik tanpa melihat agama, suku dan golongan.Untuk memperoleh hasil dari benih yang ditanam, guru tidak hanya monoton mengajar untuk mengejar target kurikulum, tetapi guru harus melihat waktu luang dan melatih anak atau peserta didik secara individual, selain mengajar secara umum di kelas.Karena dengan pendekatan atau pelatihan secara individual kepada peserta didik, juga akan memberikan semangat baru kepada anak untuk terus belajar di sekolah maupun di rumah guna mendalami pengetahuan atau pelajaran yang disampaikan oleh guru.Sehingga semua guru yang dapat melaksanakan tugas mengajar di kelas, juga harus melakukan pendekatan secara individual dalam pengayaan materi pelajaran, karena benih ilmu itu ibarat tanaman yang hari ini ditanam dan kelak kita petik hasilnya, asal guru melayani dengan hati dan merasa terpanggil.(des)