Imam dan Petugas Gereja Cari Umat, Bukan Kejar Pembangunan
NABIRE - Ditengah-tengah kita banyak umat yang lapar, miskin, susah dan lain sebagainya. Untuk membutuhkan pelayanan seorang imam dan petugas gereja kunjungi rumah umat. Karena Yesus tidak butuh pembangunan, Yesus butuh adalah manusia yang hilang kembali ke gereja.

NABIRE - Ditengah-tengah kita banyak umat yang lapar, miskin, susah dan lain sebagainya. Untuk membutuhkan pelayanan seorang imam dan petugas gereja kunjungi rumah umat. Karena Yesus tidak butuh pembangunan, Yesus butuh adalah manusia yang hilang kembali ke gereja.
Demikian disampaikan Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P, Minggu (29/5/22) seusai misa ekaristi di Paroki Santo Yosep Nabire Barat.
Dikatakan Pastor Gerry, di Paroki kita puluhan tahun yang sudah kita lewati para imam pastor dan petugas gereja belum peduli dengan umat atau domba-domba Tuhan. Akibatnya anak-anak aibon, umat tidak tahu berdoa, anak-anak tidak tahu baca tulis. Apalagi baca Alkitab yang benar dan baik akhirnya ketinggalan pendidikan iman, moral rapuh. Hal ini menjadi tantangan besar bagi petugas gereja.
Seorang imam Pastor dan petugas gereja tidak punya rasa memiliki kepedulian kepada umat. Melayani umat hanya asal-asalan. Yesus tidak butuh itu, Yesus butuh adalah keselamatan nyawa umat. Maka sebagai pemimpin gereja melayani umat dengan kesabaran, kesetiaan dan lain sebagainya.
Kenyataan dan fakta yang terjadi, kita lihat bersama pastor-pastor orang pribumi pastor siapa yang peduli dengan anak-anak aibon, anak-anak jalanan, tidur makan jalan bersama dengan mereka.
“Di paroki kita ini anak-anak aibon kebanyakan anak-anak kita adalah anak-anak katolik. Tapi kami para imam, pastor, gereja dan orang tua semua masa bodoh tidak ada yang atur dan urus mereka. Baru kedepan Papua butuh pembangun atau manusia, ini tantangan besar yang kita hadapi saat ini,” tuturnya.
Sementara itu, begitu terdengar informasi surat masa kontraknya berakhir pada hari Selasa 31 Mei 2022, seusai misa ekaristi semua umat peluk Pastor Gerry menangis dari orang besar sampai kecil. Karena kebaikan pelayanannya semua umat menyentuh walaupun wilayah luas dari Kelapa Sawit sampai Paroki SP 1, SP II.
Sejarah baru yang diciptakan Pastor Gerry di Paroki Santo Yosep selama empat tahun dari tahun 2018 hingga 2022 adalah rangkum anak-anak aibon, kunjungi umat dari rumah ke rumah, puluhan tahun yang belum baptis, dibaptis, belum komuni kasih menyambut komuni belum nikah gereja kasih nikah gereja dan lain sebagainya. (modes)
Bagikan artikel ini



