NABIRE - Tokoh politik dan salah satu Caleg DPR-RI, Isaias Douw, meminta kepada pihak penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Provinsi Papua Tengah untuk mengembalikan suara asli anak daerah. Bukan diberikan atau dipindahkan ke orang-orang dari daerah lain yang Caleg di luar daerah asalnya.


Mantan Bupati Nabire dua periode itu menegaskan, ada ratusan bahkan ribuan suara yang dimainkan pihak penyelenggara Pemilu untuk memenangkan Caleg tertentu yang notabene bukan anak asli daerah.


sebut saja ada sekira 77.000 an ribu suaranya yang dipindahkan oleh pihak penyelenggara mulai dari tingkat paling bawah. Menurut Isaias, ada beberapa suara yang diperolehnya dan dari beberapa Caleg asli daerah yang digeser ke calon legislatif lainnya.


Seperti kata Douw lagi, di Kabupaten Intan Jaya, ada sekitar 51.000an suaranya yang entah kemana pindahnya. Padahal menurut dia, ada bukti hasil ataupun kopian yang diterima timnya untuk perolehan suara dirinya.

 
Apalagi, imbuhnya, khususnya di Kabupaten Deiyai. Isaias Douw mengatakan, selaku anak daerah tidak dapat suara dan menurutnya untuk Deiyai belum diplenokan hingga saat ini, lantaran masih harus diselesaikan di tingkat KPU Kabupaten Deiyai.  


Isaias Douw Putera Pudu dan anak Papua Tengah yang berasal dari Dogiyai, besar di Deiyai dan berkerja di Paniai serta mengabdi di Nabire sebagai Bupati dua periode itu dengan tegas mengatakan, kembalikan suara anak daerah. Karena kita mau juga membangun daerah kami, bukan hanya orang yang dari luar saja yang punya kepentingan.(wan)