Jalan Dipalang, Petugas Puskesmas Yamor Tak Bisa Kembali ke Tempat Tugas
NABIRE – Petugas Puskesmas Distrik Yamor Kabupaten Kaimana, tidak bisa kembali ke tempat tugas lantaran akses jalan di palang di Distr
Bagikan
NABIRE – Petugas Puskesmas Distrik Yamor Kabupaten Kaimana, tidak bisa kembali ke tempat tugas lantaran akses jalan di palang di Distrik Yaur Kabupaten Nabire. Pemalangan tersebut lantaran pandemi covid-19 yang dilakuka oleh warga setempat. Kepala Tata Usaha (Ka TU) Puskesmas Yamor, Muhammad Rohim Efendi mengatakan, ia dan beberapa kru Puskesmas tidak bisa kembali ke tempat tugas. Lantaran ditengah jalan terjadi pemalangan di areal Distrik Yaur Kabupaten Nabire. ”Kami mau kembali ke Yamor Sabtu pagi, tapi di tengah jalan ada palang jadi kembali lagi ke Nabire,” ujar Efendi di Nabire, Minggu (19/4/2020). Ia menjelaskan, kedatangannya ke Nabire adalah untuk mencari persediaan Bahan Makanan (Bama) dan disinfektan dan keperluan sehari-hari. Sebab, kata dia, akses dari tempat tugas ke Nabire lebih dekat. Dan transportasi darat bisa dilalui ketimbang kembali ke Kaimana yang jauh dan belum tersediahnya jalan. Sabtu pagi saat di Soa daerah Distrik Yaur, mereka diberi tahu oleh sopir Kapala Distrik Yaur bahwa tidak perlu maju dan melanjutkan perjalanan. Sebab di depan, Kepala Distrik bersama Kapolsek dan Danramil Distrik Yaur, beserta masyarakat sedang menebang pohon guna menutup akses jalan. “Kami baru sampai di Soa, tapi sopir pak distrik kasih tahu bahwa ada penebangan pohon tutup jalan, jadi kami langsung kembali,” jelasnya. Menurutnya, mereka telah berusaha menemui pemangku kepentingan di Nabire agar bisa memberi izin palang dibuka guna dilewati kemudian ditutup lagi. Ia berharap, ada jalan keluar agar mereka bisa kembali ketempat tugas untuk melayani warga setempat. “Kami harap bisa kembali ke tempat tugas. Dan hanya mau minta izin palang dibuka lalu kami kelar dan setelah itu ditutup kembali,” harapnya. Kepala Distri Yaur, Petsur Sadi mengatakan, pemalangan tersebut merupakan instruksinya sebagai tindak lanjut dari kesepakatan Gubernur Papua dan instruksi Bupati Nabire. Sehingga, sebagai Kepala Distrik Yaur sudah menginstruksikan kepada semua tokoh adat, tokoh agama daan tokoh masyarakat di wilayah Yaur untuk menutup akses jalan masuk keluar Nabire. “Jadi kami sudah tutup dan tidak ingin dibuka. Silahkan cari jalan keluar. Dan kepada semua aparat di wilayah Distrik Yaur agar siapapun yang keluar masuk dilarang dan diperiksa identitasnya,” kata Sadi. (pas)
Bagikan artikel ini



