NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd meminta agar para guru SMP/MTs dan SMA/SMK secara aktif melihat dan mendata murid di setiap hari efektif Kegiatan Belajar Mengajar(LBM) di masing–masing sekolah. Sebab di tengah wabah Virus Corona ini tidak semua orang tua murid mengijinkan anak–anak mereka untuk mengikuti KBM tatap muka.  Sehingga guru bidang studi maupun wali-wali kelas berkewajiban untuk mencatat murid yang tidak masuk sekolah.

Langkah selanjutnya dapat dikoordinasikan kepada kepala sekolah dan guru bidang studi atau mata pelajaran berkewajiban untuk memberikan pembelajaran rumah yang bisa dilakukan.  Dengan cara kunjungan langsung ke rumah atau bisa juga belajar melalui WA anak atau peserta didik. Sehingga KBM yang telah dipastikan berjalan secara nasional ini bisa berjalan.  Dengan demikian anak-anak peserta didik tidak lupa dengan tugas utamanya sebagai murid yang tugasnya hanya belajar sepanjang masih berada dan tercatat sebagai peserta didik.

“Tidak semua orang tua memberikan ijin bagi putra dan putri mereka untuk mengikuti KBM tatap muka langsung di kelas. Sehingga bagi murid yang tidak mengikuti KBM langsung di kelas, maka bagian ini menjadi tanggung jawab wali-wali kekas dan juga guru bidang studi atau mata pelajaran untuk memberikan pelayanan ke rumah maupun via WA peserta didik agar anak tidak ketinggal soal pelajaran,” ujar Yulianus Pasang kepada Papuapos Nabire, Kamis (10/9) via telepon genggamnya.

Lanjutnya, untuk mewujudkan impian belajar dari rumah via WA dan juga belajar langsung atau tatap muka, kini menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas untul terus melakukan kunjungan lapangan guna melihat dari dekat proses KBM yang sedang berlangsung. Untuk itu selaku kepala dinas meminta kepada semua kepala sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK agar bersama-sama merasa bertanggung jawab untuk mengelola proses KBM secara baik dan tertruktur di tengah pandemi Covid-19. Walaupun semua ini tidak segampang membalik telepak tangan. (des)