NABIRE - Kata orang bijak, penyakit itu datang dari lingkungan dimana masyarakat itu berada, sehingga kebersihan kota Nabire bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi ini semuanya kembali kepada tingkat kesadaran dari diri masyarakat Kabupaten Nabire yang kelihatannya turut mendukung sampah berhamburan di daerah ini.Sehingga dengan hadirnya sorotan masyarakat soal sampah di Nabire yang akhir-akhir ini bermunculan di Media Sosial (Mensos), kalau boleh jangan kita jadi pelaku komentar atau bicara melulu, tetapi kalau boleh kita jadi pelaku peduli sampah dengan ikut membersihkan sampah yang ada, karena Nabire ini milik kita bersama.Dengan demikian sebagai insan pendidikan Yafet Wonsiwor, S.Pd meminta agar masyarakat dari tingkat keluarga, RT, RW, kelurahan/kampung dan distrik harus mendukung instruksi Bupati Nabire soal Jumat Bersih di pekarangan lingkungan dan semua tempat fasilitas umum dan tempat–tempat kosong yang terlihat menjadi pusat pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat.Karena berbicara soal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang pintar atau cerdas, itu datangnya dari berbagai aspek sudut pandang, salah satunya kebersihan diri dan lingkungan, sehingga kita mau kejar untuk mencerdaskan SDM tentunya datang dari lingkungan yang bersih, masyarakatnya sehat dan selanjutnya melahirkan generasi yang pintar dan cerdas.   Untuk itu, kepada masyarakat Kabupaten Nabire marilah kita mendukung instruksi dan program Bupati Nabire soal Jumat Bersih, dengan tidak memberikan tanggung jawab kebersihan kepada pihak pemerintah saja, karena sampah yang kini terlihat dimana–mana itu datangnya dari sampah rumah tangga atau masyarakat.Dan yang lebih penting jangan kita pintar menyoroti pemerintah soal sampah, alias banyak bicara akan tetapi lebih penting kita secara langsung turun tangan sebagai pelaku pembersihan sampah yang tentunya dimulai dari rumah kita, lingkungan kita dan selanjutnya ke tempat–tempat umum lainnya, sebab Nabire ini milik kita bersama.(des)