Jubir Covid-19 Suluh di Gereja KSK
NABIRE – Juru bicara (Jubir) pemerintah, Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Nabire, dr Frans Sayori menyuluh dan mengajak umat Katolik di
NABIRE – Juru bicara (Jubir) pemerintah, Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Nabire, dr Frans Sayori menyuluh dan mengajak umat Katolik di daerah ini untuk menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan kegiatan besar yang melibatkan banyak orang, dalam ibadah Minggu di Gereja, Kristus Sahabat Kita (KSK), Meriam, Nabire, Minggu (4/10) di gereja.
Karena, ancaman corona ada di depan mata.
Jubir Sayori menyuluh pencegahan corona virus disease (Covid) -19 di KSK atas undangan Panitia Pentahbisan 2 imam projo dan 8 diakon yang akan dilaksanakan 11 Otkober mendatang dari Gereja KSK Nabire.
Dokter Sayori mengungkap, hasil pemeriksanaan Sabtu (3/10), diketahui ada 3 orang positif corona.
Dengan ditemukannya 3 orang positif corona, jumlah komulatif corona di Kabupaten Nabire, hingga Sabtu (3/10) sudah mencapai 194 kasus.
Jumlah ini, ada juga dari Kabupaten Paniai dan Deiyai. Dari 194 kasus, 8 diantaranya sudah meninggal.
Dokter Sayori mengingatkan, dengan terus bertambahnya temuan kasus corona setiap hari, hendaknya kita tidak menganggap remeh.
Karena, corona ada di depan mata, sehingga kita perlu waspada bersama dengan melaksanakan protokol kesehatan.
Sayori juga mengingatkan, jangan berpikir bahwa orang asli Papua tidak akan kena virus corona.
Karena, dari semua temuan terpaparnya virus corona di Papua, terdapat 6 orang asli Papua.
Karena, itu, jangan percaya, orang Papua bebas dari corona.
Oleh sebab itu, Sayori meminta umat Katolik di daerah ini yang akan melaksanakan pesta pentahbisan dua imam baru bersama 8 diakon (calon imam) pada 11 Oktober agar menggunakan protokol kesehatan di dalam pelaksanaannya.
Apalagi kegiatan seperti ini akan melibatkan banyak orang. Sayori mengajak, saat mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang, setiap orang diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan hansiter untuk menghindari terpaparnya virus corona.
Ia mengingatkan, jangan menganggap remeh dan kebal tetapi selamatkan diri dari corona dengan menjaga jarak, mencuci tangan dan jangan lupa pakai masker. (ans)
Bagikan artikel ini



