Kadinsos Puji Kakam Manunggal Jaya dan Sanoba Atas
NABIRE - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Nabire, Ishak memuji Kepala Kampung Manunggal Jaya dan Kepala Kampung Sanoba Atas yang te
NABIRE - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Nabire, Ishak memuji Kepala Kampung Manunggal Jaya dan Kepala Kampung Sanoba Atas yang telah menyalurkan beras bantuan dari cadangan Pemerintah Kabupaten Nabire ke setiap kampung dan kelurahan untuk membantu masyarakat tak mampu dan terdampak corona virus disease (Covid-19). Karena penyaluran beras cadangan pemerintah tersebut disalurkan sesuai sasaran.
Penilaian tersebut diungkapkan di depan wartawan usai Launching Bantuan Sosial Tunai dan Program Sembako, pertengahan pekan kemarin di Nabire. Ishak mengungkapkan, bantuan beras sebanyak 1 ton yang diserahkan ke Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, kepala kampung memprioritaskan kepada keluarga yang terdampak Covid-19.
Kepala Kampung sangat paham dengan sasaran bantuan beras cadangan pemerintah (BCP) sehingga distribusinya kepada keluarga yang terdampak Covid-19. Jumlah yang didapat keluarga sasaran 10-20 Kg.
“Jumlah ini cukup malah lebih, karena warga yang terdampak Covid-19, mereka harus mendapat 5,6 Kg per orang, bukan per KK, sehingga kalau mendapat 10-20, itu sudah melebihi dari ketentuan tata kelola bantuan beras cadangan pemerintah yang ditetapkan Kemensos, sebanyak 5,6 Kg per orang,” bebernya.
Kadinsos menambahkan, selain keluarga yang terdampak Covid-19, bantuan BCP ini juga diperuntukan bagi keluarga miskin. Oleh sebab itu, Kadinsos memuji kebijakan Kepala Kampung Sanoba Atas yang memprioritaskan distribusi BCP kepada keluarga-keluarga yang kurang. Karena, Kepala Kampung Sanoba Atas, tidak membagi beras rata kepada semua warganya tetapi hanya disalurkan kepada keluarga kurang mampu.
“Ini sudah disepakati masyarakat setempat, sehingga bantuan beras diberikan kepada keluarga-keluarga yang kurang mampu,” jelasnya.
Menyinggung pengembalian beras cadangan pemerintah ke Dinas Sosial oleh dua keluarahan dan pembagian merata kepada setiap keluarga di kelurahan dan kampung lain, Ishak menilai, disamping kurang memahami akan sasaran BCP, juga para lurah dan kepala kampung dijebak oleh warganya sendiri untuk melanggar sasaran bantuan beras cadangan pemerintah yang ditujukan bagi keluarga miskin dan keluarga terdampak virus corona.(ans)
Bagikan artikel ini



