NABIRE – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd mengakui di sekolah–sekolah yang berada di daerah tertinggal, terluar dan terpencil (3T) lebih banyak guru honor dan kontrak.

Hal ini dikatakan kepala dinas terkait adanya laporan bulanan maupun hasil monitoring yang dilakukan dirinya maupun para kepala bidang dan juga para pengawas. 

“Sehingga dirinya berjanji lewat program Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (P3K), jika ada yang lulus tes akan lebih difokuskan ke daerah 3T,” kata Yulianus Pasang menanggapi pertanyaan wartawan soal kekosongan guru di daerah 3T.

Lanjutnya, jika kita cermati dengan baik, bukan saja di daerah 3T yang kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tetapi sekolah yang ada di kota juga ada banyak guru honor. Sehingga untuk Kabupaten Nabire di beberapa saat lalu hingga saat ini, banyak guru yang telah memasuki usia pensiun atau purna bhakti di setiap tahun.

Sementara pemerintah pusat tidak melihat hal ini secara baik.  Sehingga terjadi kekosongan guru menjadi kebutuhan bagi semua sekolah yang ada di kota maupun di daerah 3T.

Untuk itu dirinya berjanjanji, guru P3K yang lulus tes akan ditempatkan ke daerah 3T lebih banyak. Dan di tahun 2022 mendatang akan diperjuangkan guru kontrak lagi sebanyak 200 orang.(des)