Karantina Permanen ODP, Warga Grimulyo Jamin Makan Minum
NABIRE - Ada hal yang dilur dari ingatan kita bersama bahkan tidak difikirkan oleh pemerintah daerah dalam langka sterategis mencegah dan me
Bagikan
NABIRE - Ada hal yang dilur dari ingatan kita bersama bahkan tidak difikirkan oleh pemerintah daerah dalam langka sterategis mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran corona virus disease-2019 (Covid-19) di kabupaten Nabire. Terutama dalam penanganan orang dalam pengawasan ODP. Memang terkesan hanya himbauan untuk karantina mandiri selama 14 hari, tanpa adanya pengawasan dan jaminan hidup selama masa karantina ODP yang bersangkutan. Lantas kemudian hari yang bersangkutan dinyatakan positif Covid -19. Banyak pula yang akan menjadi pengikutnya. Agar tidak terjadi hal itu, ada warga Nabire yang mempunyai inisiatif untuk mengkarantikan permanen ODP yang berada di lingkungan tinggal mereka selama 14 hari sebagaimana yang ditentukan oleh WHO. Sebut saja di sekitaran Kelurahan Grimulyo. “ODP yang ada lingkungan kami, ya kami karantinakan permanen artinya selama 14 hari kami jamin makan dan minum bahkan kebutuhan lainnya agar mereka tidak keluar rumah,” aku Ketua RT 07 Kelurahan Grimulyo, Distirik Nabire, Syaekhoni Tri C. kepada wartawan, Kamis (17/4/20). Ketua RT mengaku, selama masa karantina permanen Warga setempat bergotong royong berdonasi mengumpulkan berupa uang, beras dan sayur-mayur untuk kebutuhan makan dan minum serta kebutuhan lainya selama masa karantina permanen. “Iya pa kami takut kemudian hari kalau diperiksa lalu dinyatakan positif kasian kita dilingkungan ini bisa kena semua pa,” tuturnya penuh kawatir akan terpapar corona semua warga setempat. Karena itu, menurut ketua RT, solusinya adalah warga disini telah sepakat untuk mengurung ODP dalam rumah selama 14 hari. “Tidak diijinkan untuk keluar dari pekarang rumah tinggalnya. Soal makan minum kami di warga sini tanggung jawab. Itu yang disebut karantina permanen pa,” tandas si ketua RT sambil mengedukasi padaku. Dikatakan Ketua RT, sepanjang belum ada hasil pemerikasaan dari Gugus Tugas Covid-19 yang menyatakan ODP tersebut positif atau Negatif. Pasti warga disini tetap karantina permanen hingga yang bersangkutan ada hasilnya. “Ngak main-main pa virus ini bahaya. Tidak pilih pa atau aku itu siapa, sehingga dari sekarang kita cegah itu jauh lebih baik pa, dari pada nunggu perhatian pemerintah itu ngak bisa pa karena ketularan virus ngak juga akan tunggu pemerintah,” tukasnya. Dijelaskan ketua Rt, setelah warga karantikan pihaknya juga sempat hubungi Babinsa, Lurah dan pihak Puskesmas untuk bersama-sama warga memberikan pengawasan dan pelayanan yang dibutuhkan oleh ODP. “Udah pa, kami uda hubungin Babinsa disini, pa Lurah sama Kepala Puskesmas. Ya untuk sama-sama pertain si ODP. Gitu pa,”jelasnya. “Harapan aku, lingkungan mana yang ada ODP, langka seperti ini harus segerah diambil sebelum virus ini terpapar sana-sini. Sebelum hujan sediakan payung. Kasian kita di Nabire pa,” imbuhnya sangat berharap. Keterangan yang sama wartawan media ini pun memperoleh informasi bahwa di Kaladiri I, Distrik Wanggar pun melakukan hal yang sama. (eby)
Bagikan artikel ini



