NABIRE - Kaum muda di daerah ini meminta kepada aparat penegak hukum agar tidak main pilih, tetapi tuntaskan perjudian secara utuh. Karena, main tebang pilih, tidak menyelesaikan perjudian di daerah ini. Kaum muda menilai, selama ini ada upaya-upaya dari aparat penegak hukum untuk menertibkan perjudian dari waktu ke waktu. Hanya saja disayangkan, terkesan penertiban lebih cenderung ke faktor suka tidak suka, senang tidak senang.  Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Nabire, Norberth Mote menilai selama ini ada upaya-upaya penertiban perjudian oleh aparat penegak hukum. Namun terkesan main pilih sehingga tidak menuntaskan persoalan. Mote juga menilai kadang juga Kapolres baru datang, bikin kebijakan yang lain, Kapolres yang lama pergi. Begitu dari Kapolres ke Kapolres selalu memadang togel ini yang lain, belum tuntas. Pendekatan yang dibangun selama ini lebih kepada senang tidak senang, suka tidak suka, tebang pilih. “Kalau pendekatannya seperti begini, kapan kita mau menyelesaikan persoalan. Jadi jangan ada di tanah ini dalam proses sedang baku tipu. Mari kita betul kerja jujur di tanah ini, kita mencari makan kemudian  kita hidup di daerah ini, kita juga menghargai masyarakat adat setempat secara baik,” pintanya. Ketua KNPI ini menambahkan, selama inikan, semua togel maupun perjudian lain, penimbunan solar, minyak tanah, bensin, semua itukan dibackingi oleh oknum-oknum anggota TNI/Polri. “Ini sudah di depan mata ini. Kami sudah punya banyak data soal-soal ini. Hanya saja kita ini sesama lembaga, tidak bisa menjatuhkan satu sama sesama yang lain,” tuturnya. Mewakil kaum muda di daerah ini dalam diskusi perjudian di tengah wabah Covid-19, Mote menambahkan, tetapi hal-hal beginikan hal tidak bagus yang sedang kita piara. Sebagai tokoh pemuda berharap kalau memang itu sedang kita mau laksanakan, mari betul-betuk secara obyektif, jujur kita menyelesaikan secara utuh, menyeluruh. Kalau misalkan bandar togel, mulai dari bandar sampai terkecil di bawah. Itu harus dituntaskan, masa hanya peluncur-peluncur saja. Diatasnya belum selesai, tetap air kabur itu dari atas. Jadi Kapolres itu tidak usah menyembunyikan atau sengaja membiarkan bandar-bandar itu. Sekalipun mereka kasih kita uang yang besar, tergiur yang besar tetapi kalau mau bantu masyarakat, mari berantas secara baik. Tinggalkan uang itu. “Tetapi kalau, kita teriming-iming dengan uang besar itu maka korbankan masyarakat. Jadi kita itukan kadang begitu,” katanya sambil menambahkan lalu kalau jangan bergerak itu, karena tidak ada setoran. Bukan karena tidak ada setoran tetapi penertiban dilaksanakan betul-betul dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban. Kalau ingin tegakkan karena kita tidak kena japrenya kan kasihan. Kasihannya, ada pihak-pihak yang saling kita korbankan. Padahal kita ini sesama anak-anak negeri ini, anak-anak Indonesia, hidup sama-sama membangun negara dan daerah ini secara baik. Ketua KNPI ini mengatakan, masyarakat di Papua tidak mengenal dan tidak judi-judian. Generasi muda Papua tidak tahu judi tetapi permainan judi dibawah dari luar. Kalau ada perjuadian seperti itu, ada pihk-pihak tertentu yang mengatur itu. Karena itu, semuanya harus dikomunikasikan dengan baik. Contoh penggebrekan wala-wala di Waharia beberapa waktu lalu, hal itu harus diatur dengan baik, apalagi karena tidak ada setoran. “Wah inikan bahaya. Itukan sudah tidak obyektif,” nilainya. Ia menambahkan, kita ini malu, sebagai tokoh pemuda, ingin mau tertib dan mengatur tetapi bagaimana anggota juga main disitu lalu menggrebek juga mereka, bagaimana itu. “Kita punya banyak data,” ungkapnya. Ketua KNPI mengharapkan agar hilangkan semua itu, mari image miring 303  sebagai lahan bisnis itu kita tinggal jauh. Itu image dari masyarakat. Oleh karena itu, ada pasal elegan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah itu dan membangun kerjasama dengan lembaga lain termasuk lembaga-lembaga adat yang sifatnya mendorong, kita menghargai mereka. Kalau masyarakat asli Papua dan generasi muda tidak bagus, kita juga ingatkan mereka. Tetapi dengan menghargai mereka melalui dengan pendekatan humanis. Mote menilai apabila kita bersama menjaga kedamaian, tertib, semua pihak merendahkan tensi masing-masing untuk membangun kebersamaan, jangan kemudian ada hal ini menjadi bola liar. Mari kita bangun sinergi dan kerjasama membangun daerah ini tetap aman dan damai.(ans)