NABIRE - Dengan program pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 20% per sekolah yang langsung dikoordinir Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untuk pembelian atau pengadaan buku-buku paket pelajaran sesuai ketentuan kurikulum, sesungguhnya membawa keberuntungan atau kemudahan bagi sekolah.Sehingga kini terlihat banjiran buku-buku paket pelajaran di masing-masing sekolah, yang didatangkan oleh Dinas Pendidikan melalui program pemotongan 20% dana BOS sekolah dijenjang pendidikan SD/Mi dan SMP/MTs yang ada di Kabupaten Nabire.Maka kini disetiap perpustakaan sekolah, bukan lagi diisi dengan buku-buku bacaan saja, tetapi juga diisi dengan buku-buku paket pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan ketentuan kurikulum yang kini sedang diterapkan pada semua sekolah.Demikian dikatakan Kepala SD Inpres 01 Sanoba Netti Gandaria, S.Pd.K kepada Papuapos Nabire, Rabu (09/10), di ruang kerjanya seraya menambahkan, dengan program pemotongan dana BOS sebesar 20% per sekolah untuk pengadaan buku-buku paket, guru dan murid tidak lagi mengalami kesulitan dalam proses atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).Untuk itu, selaku kepala sekolah dan dewan guru SD Inpres 01 Sanoba yang setiap harinya mengajar dan menghadapi 300 orang lebih murid ini tidak mengalami kekurangan soal buku-buku paket pelajaran, karena semua kebutuhan guru maupun murid telah tersedia dan tinggal digunakan sesuai jadwal pelajaran di hari efektif KBM.Sehingga dengan program Dinas Pendidikan yang memotong dana BOS sebesar 20% untuk pembelian buku-buku paket Ppelajaran, sesungguhnya telah memberikan manfaat dan keberuntungan sangat besar bagi pihak sekolah agar proses KBM dapat berjalan tanpa adanya hambatan dalam mewujudkan peningkatan kwalitas dan mutu pendidikan di masing-masing sekolah yang ada di daerah ini.(des)