Keluarga Mapiha Besar Rayakan Ibadah Syukur
NABIRE - Seusai pentahbisan dua imamat dan delapan diakon Keuskupan Timika di Paroki Kristus Sahabat Kita( KSK)Nabire,oleh Bapak Uskup Keusk
NABIRE - Seusai pentahbisan dua imamat dan delapan diakon Keuskupan Timika di Paroki Kristus Sahabat Kita( KSK)Nabire,oleh Bapak Uskup Keuskupan Agats Mgr.
Aloysius Murwito OFM bertempat di gereja katolik ( KSK) Bukit Meriam Nabire pada hari Minggu(11/10) merayakan ekaristi pentahbisan dapat terlaksana baik.
“(Tema: Pergilah ke kampung yang jauh)
Selesai kegiatan perayaan pentahbisan imam dan diakon dari gereja umat keluarga Mapiha besar langsung menuju dirumah kediaman Almarhum Nikolaus Wakei tua yang penggantinya Nikolaus Wakei Pr muda telah mengucap syukur kepada Tuhan atas keberhasilan imam pasukan laskar Kristus yang diperoleh hingga merayakan ibadah pengucapan syukur bersama langsung dipimpin oleh Pastor Paroki gereja Kristus Penebus Timepa Pastor Luvinus Madai Pr.
Sebelum merayakan ibadah pengucapan syukur Pastor Nikolaus Wakei Pr menyampaikan kepada seluruh masyarakat keluarga besar Mapiha lama atas,doa,dukungan,moril maupun matril yang telah mendukung saya hingga kini saatnya tadi ditahbiskan menjadi imam hasil doa dukungan oleh bapa mama Tuhan yang memberikan berkat hidup.
Sehingga saya pesan kepada bapak,mama anak-anak kecil kita kasih ajar berdoa,belajar,dirumah itu dengan baik-baik begitu umur masuk sekolah jangan tahan dirumah tapi kasih masuk sekolah supaya anak-anak ini menjadi pengganti kita kedepan dalam berbagai bidang yang ada baik dalam gereja,pemerintah,dan dunia usaha mereka juga berperan aktif kedalam demi hidup kehidupan mereka kedepan yang lebih baik.
Ibadah syukur dalam kotbahnya Pastor Luvinus Madai mengatakan dua imam dan delapan diakon lebih banyak mendengar ketimbang ikutan arus.
Harus mengimani perintah Tuhan Allah,inilah anak yang kukasihi dengarkanlah dia.
Dengarkan,mendengar dengan telinga tapi juga mendengar dengan seluruh indera kita akan apa yang sesungguhnya Tuhan mau kepada kita.
Kita diajak untuk sungguh-sungguh memahami apa yang dikehendaki Tuhan.
Pengalaman menunjukan mendengar itu tidak muda.
Hal-hal yang penting sering kita abaikan banyak orang sibuk untuk dirinya sendiri.
Tuhan bersabda kepada kita melalui kitab suci juga melalui peristiwa,tanda-tanda itu disampaikan Tuhan kepada kita untuk menanggapinya,ungkapnya.
Selesai doa syukuran akan dilanjutkan dengan kesan pesan yang disampaikan yang pertama adalah orang tua dari Pastor Niko,yang kedua Kepala Suku Mapiha besar,yang ketiga Pastor pembuka pertama Mapia,yang keempat Pastor Niko sendiri dan yang kelima Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo sekaligus ditutup dengan doa makan bersama,”pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



