NABIRE – Kementerian Sosial (Kemensos) gandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Telekomunikasi (Telkom) untuk mempermudah penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Sembako kepada keluarga miskin (keluarga penerima manfaat = KPM) khususnya di daerah terpencil yang sulit mengakses internet. Dengan kerjasama ini, keluarga penerima tidak perlu datang ke kota, tetapi akan menerima Bansos di lokasi terdekat. Di Kabupaten Nabire, Dinas Sosial (Dinsos) bekerjasama dengan BRI dan PT Telkom akan memasang visat di daerah-daerah yang tidak terjangkau dengan pelayanan internet baik itu yang berkekuatan 3G maupun 4G untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada keluarga penerima. Visat tersebut sementara sedang dipasang oleh PT Telkom sebagai pihak yang dipercayakan.  Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire, Zakeus Petege di ruang kerjanya, Senin (10/2) mengatakan, tahap pertama, akan dipasang 50 buah visat dan 10 lagi susul sehingga akan ada 60 visat yang akan dipasang di Kabupaten Nabire untuk mendukung penyaluran Bansos pangan khususnya Sembako. Ia menambahkan, untuk sementara, Distrik Menou dan Distrik Dipa tidak akan dipasang visat. Tahap awal diprioritaskan di distrik lain khususnya kampung-kampung yang tidak bisa mengakses internet. Zakeus menjelaskan, apabila visat sudah terpasang, keluarga penerima manfaat, sebagai kategori miskin bisa mengambil Sembako berupa beras dan telur di titik-titik pengambilan yang akan ditentukan di setiap kampung. Penerima cukup menarik kartu berupa ATM yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial kepada keluarga miskin di daerah ini. Pengambilan Bansos BPNT berupa sembako, setiap keluarga bisa mengambil beras, telur, sayur yang mengandung protein hewani dan nabati di e-warung sesuai dengan nilai bantuan sosial dibantu, yakni Rp150.000 per keluarga. Sedangkan pelayanan di kampung dan kelurahan yang bisa mengakses internet, tidak akan dipasang, cukup akses melalui jaringan internet dari Telkomsel. Keluarga penerima, bisa belanja di e-warung dengan menggunakan kartu Keluarga Sejahtera berupa ATM. Keluarga sejahtera sebagai penerima manfaat bisa belanja sesuai dengan nilai di dalam ATM, Rp150.000 per bulan setiap keluarga. Pelayanan Bansos BPNT Sembako kepada keluarga sejahtera di Provinsi Papua dan Papua Barat, jelas Zakeus, pemerintah pusat memberikan kemudahan dengan memperbolehkan mengambil bansos sembako tanpa kartu tanda penduduk  (KTP), cukup menunjukkan nomor induk keluarga. Dengan asumsi, keluarga yang bersangkutan sudah perekaman karena sudah memiliki NIK. Sebab itu, saat belanja dengan ATM keluarga sejahtera sudah tercatat nomor induk keluarga dari keluarga miskin yang bersangkutan. Untuk memperlancar pelayanan bansos sembako kepada keluarga miskin, Sekretaris Dinsos Kabupaten ini mengimbau kepada elemen masyarakat di daerah ini untuk memberikan data keluarga dengan tepat. Karena, kesulitan yang dihadapi Dinsos untuk memvalidasi data keluarga miskin di daerah ini adalah data keluarga.(ans)