Ini Pesan Wabup Terkait Kegiatan BKKBN
NABIRE
– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan kegiatan dengan tema Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus di Kabupaten Nabire, Kamis (4/4/2024), berlokasi di Balai Kampung Wiraska SPA, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.


Ungkap Hasto Wardoyo terkait kesan kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung Wiraska ternyata masyarakat di Nabire sudah maju dan tau tentang program-program pemerintahan dan mengapresiasi terkait pasang susuk yang lebih dari 100 pasang.


“Kesan saya Nabire ini potensinya luar biasa karena saya melihat sekilas mulai dari Bandara sampai ke kota, kemudian saya audiensi dengan rumah sakit hari ini dengan masyarakat ini kalau menurut saya Nabire sudah maju dalam arti masyarakatnya sudah banyak yang tau tentang program-program pemerintah. Saya apresiasi betul hari ini pasang susuk saja lebih dari 100 di tempat lain cari aseptok saja sudah tapi di Nabire ini aseptor lebih dari 100 pasang susuk banyak yang tadi pasang susuknya sudah lama dilepas lagi terus dipasang lagi di sisi lain memang masih ada yang perlu pengawasan pendampingan,” katanya.


Terkait ibu  yang melahirkan 3 anak kembar agar ada pendampingan supaya anak yang dilahirkan bisa sehat. “Tadi ada anaknya kembar 3 padahal kakaknya 4, berarti totalnya sudah ada 7 luar biasa itu butuh pendampingan dan pengawasan saja,” lanjutnya.


Adapun ucapan terimakasih dari Hasto Wardoyo atas kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung Wiraska. “Saya berterimakasih kepada inspektur dan Wakil Bupati Ismail yang sudah mengawal program pencegahan stunting dan keluarga berkualitas di Nabire dan saya optimis Nabire jadi ibukota provinsi dan sukses dan kualitas ESDM terutama,” ujarnya.


Kepada awak media Hasto Wardoyo berbicara terkait persoalan stunting yang menjadi periotas Republik Indonesia serta ada komunikasi yang dilakukan BKKBN bersama PT. Freeport Indonesia untuk mencegah adanya stunting.


“Terkait stunting kita harus mencegah dari hulu, dari orang-orang yang hamil itu harus diurus betul makanya kalau nanti seandainya ada anggaran yang bisa memperhatikan lebih dari pada keluarga alangkah bagusnya ibu-ibu hamil itu semua ibu hamil itu mendapat sentuhan, di sini penduduk 200.000+ ribu itungan saya ibu yang hamil itu 1000 itu sekitar 25 per tahun, sehingga 200.000 itu yang hamil itu sekitar 2.500 setiap 100.000 nya, yah sekitar 5000 saja mungkin paling banyak

5.500-6.000 setahun sehingga nanti APBD mengalokasikan mengurus orang hamil maksimal 6.000 orang hamil setahun di Nabire sehingga saya yakin mampu itu apalagi sudah ada janji juga saya kemarin komitmen dengan PT. Freeport juga membantu mencengah stunting jadi itulah salah satu cara mencegah agar tidak lahir stunting baru stunting baru,” pungkasnya.


Ini Pesan Wabup Terkait Kegiatan BKKBN
Di tempat yang sama , yaitu berlokasi di Balai Kampung Wiraska SPA, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire Ismail Jamaludin memberikan sambutan terkait kegiatan yang berlangsung Kamis, 4 April 2024.


Dalam sambutannya Ismail Jamaludin selaku Wabup Nabire pentingnya kedatangan Kepala BKKBN RI di tengah-tengah masyarakat Nabire untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup yang ada di masyarakat terkhususnya stunting.


“Kami menyambut dengan hangat kunjungan bapak kepala BKKBN RI beserta rombongan disini adalah wujud nyata dari pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas hidup untuk masyarakat kami terutama dalam menghadapi tantangan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua Kampung Wiraska Distrik Yaro Kabisei telah menjadi simbol dari upaya kolektif kita dalam mewujukan keluarga berkualitas melalui upaya optimalisasi pelayanan KB. Kami berharap dapat menekan angka kelahiran, meningkatkan kesejahteraan keluarga pada akhirnya mengurangi prevalensi stunting di Nabire,” katanya Ismail Jamaludin.


Dilanjut Ismail Jamaludin membicarakan tentang program bangga kencana yang disosialisasikan hari ini agar terciptanya masyarakat yang cerdas serta lebih sehat kedepannya, maka dari itu pemerintah pusat dan kabupaten bersinergi untuk memberikan pelayanan KB yang optimal.


“Program bangga kencana yang kita sosialisasikan hari ini adalah langkah strategis membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat agar pentingnya perencanaan keluarga kami percaya pada dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah pusat daerah serta masyarakat kita bisa menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas sebagai bagian dari kegiatan BKKBN. Kami juga akan memberikan bantuan kepada keluarga telah didata ini akan menjadi komitmen bersama baik pemerintah pusat maupun Pemkab Nabire untuk tidak hanya memberikan pelayanan KB optimal, tetapi untuk memastikan bahwa setiap anak di Nabire mendapatkan kesempatan sama untuk tumbuh dan berkembang lebih baik,” ungkap Ismail Jamaludin.


Ismail Jamaludin  mengajak  kepada masyarakat Kabupaten Nabire agar program yang sudah berjalan ini bisa berjalan baik dan tentu ada kerjasama untuk terciptanya anak bangsa terkhususnya di Kabupaten Nabire.


“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program ini mari kita bekerja sama mari kita bersatu padu demi masa depan anak-anak kita demi masa depan Kabupaten Nabire dan demi masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.(edi sutrisno)