NABIRE - Ketua Klasis Nabire Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua, Pendeta Linda Upessy, S.Th., M.Pd memimpin ibadah perayaan Paskah di Jemaat GKI Imanuel Kotalama Nabire, Jumat (15/04/22) pukul 09.00 WIT. Ibadah Paskah yang dipimpin Ketua Klasis Nabire GKI Di Tanah Papua berjalan dengan penuh khidmat dan diisi puji-pujian dari warga Jemaat GKI Imanuel Kotalama.  

Dalam khotbahnya yang terambil dalam Alkitab yakni, Lukas 23 : 33 – 43, Pendeta Linda Upessy, S.Th., M.Pd mengatakan, Yesus disalibkan di Bukit Tengkorak atau dikenal dengan Bukit Golgota adalah wujud nyata kasih karunia Yesus Kristus yang rela mati untuk menebus dosa manusia. 

Kata dirinya, dalam ayat yang ke–34 disebutkan, Yesus berkata : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Hal ini menggambarkan, penyiksaan Tuhan Yesus oleh orang-orang yang akan ditebus dosanya, tetapi kata Yesus, Bapa ampunilah mereka. 

“Kita bisa bayangkan, betapa luar biasanya Yesus disiksa, dihina, dengan cara yang keji dan tidak manusiawi. Apakah, kita tidak tersentuh dengan bagian firman ini, belum cukupkah Yesus mengorbankan dirinya untuk disalibkan demi menebus dosa manusia, saudara dan saya ? Jangan kita merasa, karena kita berada dalam posisi memimpin, sehingga kita merasa terhormat. Sehingga, kita dapat melakukan apa saja dengan sesuka hati kita, ini peringatan bagi kita,” ungkapnya. 

Lanjutnya, peristiwa memperingati hari kematian Tuhan Yesus Kristus juga memberi peringatan bagi setiap kita, untuk melihat diri kita sendiri. Dalam posisi memegang amanah sebagai pemimpin untuk menjalankan tanggung jawab yang Tuhan berikan. Di tengah kehidupan kita yang saat ini sulit, hendaklah kita bijak dalam mengambil sikap. 

“Banyak orang Kristen saat ini, dekat dengan Yesus, tetapi bukan memperbaiki keadaan, tetapi justru mempermulus segala sesuatu yang tidak benar dalam hidup kita. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen harus tahu bahwa makna kematian Yesus di Kayu Salib mengajarkan kepada kita sekalian untuk mempunyai kasih, pengampunan dan keselamatan dalam hidup kita sehari-hari,” ujarnya.

Dirinya berharap, di hari Paskah ini setiap umat manusia dan warga jemaat harus berani mengatakan, bahwa dirinya sudah mengampuni siapapun yang telah berbuat salah kepada dirinya. Karena, kasih karunia Tuhan Yesus, tidak pernah berakhir, Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari dosa melalui pengorbanannya di kayu salib. Sehingga, sebagai warga gereja, orang-orang Kristen mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kasih karunia Tuhan Yesus dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Sementara itu, Ketua Klasis Nabire GKI Di Tanah Papua, Pendeta Linda Upessy, S.Th., M.Pd saat memimpin ibadah perjamuan kudus bagi anggota sidi jemaat pada malam harinya Pukul 19.00 WIT, dirinya juga mengatakan, dalam perayaan Paskah bagi orang Israel, mempunyai ciri khas tersendiri, dimana daging kambing domba yang di siapkan untuk di makan, harus di panggang dan di makan dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit, karena hal itu merupakan simbol dari penderitaan. Dan semua makanan itu harus di makan sampai habis pada malam itu juga, dan jika ada sisanya, semuanya harus di bakar sampai habis tak tersisa. 

Kata dirinya, mengapa hal itu harus di jalankan ? karena, Tuhan Yesus ingin menyelamatkan manusia. Terutama, kepada anak sulung dari orang –orang Israel pada saat itu. Dalam Alkitab telah tertulis, Keluaran 12 : 1 – 28 bahwa Tuhan telah berfirman kepada  Musa dan Harun di Tanah Mesir.

“Kalau saudara berada dalam beban hidup yang berat, datanglah kepada Tuhan. Ketika kita berada dalam perjuangan dan tantangan hidup, serahkanlah semua itu kepada Tuhan, bukan menghadapi cobaan hidup itu dengan kemauan manusia itu sendiri. hidup ini milik Tuhan, dan perjamuan kudus ini adalah makna pengorbanan-Nya bagi kita,” pungkasnya. (cad)