Kita Bangun Gereja dengan Iman
NABIRE - Bertempat di Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Senin (7/9), dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Adorasi Gereja. Kegia
Bagikan
NABIRE - Bertempat di Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Senin (7/9), dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Adorasi Gereja. Kegiatan diawali dengan perayaan ibadah singkat yang dipimpin Pastor Paroki Santo Yosep Nabar, Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P. Kata pengantar Pastor Paroki menyampaikan iman anak cucu kita semakin kuat. Dilanjutkan mengisi dengan lagu pembukaan lagu bahasa daerah Mee oleh mama-mama Papua. Dilanjutkan Pastor Paroki membacakan Firman Tuhan menyampaikan setelah Yesus tiba di Karea Filipi ia bertanya pada murid-muridNya. Kata orang siapakah anak manusia, jawab mereka ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada yang mengatakan Elia, dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah seorang dari para nabi. Lalu Yesus bertanya pada mereka tetapi apakah siapakah aku ini maka jawab Simon Petrus engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup. Dikatakan Pastor dalam renungan singkat, kita bangun gereja dengan iman. Dan meletakan pondasi batu pertama pembangunan gereja ini kita meletakan pondasi iman kita. Kita meletakan pondasi iman anak cucu kita, dan meletakan pondasi iman anak-anak generasi muda di Paroki kita. “Agar supaya iman kita semakin kuat, yang kokoh kita harus percaya kepada Tuhan karena kita umat Paroki Santo Yosep, selalu bersama dengan Yesus, terus Yesus tanya Petrus siapa, saya karena pribadi kira-kira Tuhan itu siapa untuk kita semua diatas iman Petrus menjawab engkaulah Mesias Anak Allah yang hidup ini,” ujarnya. Pengakuan iman, engkau adalah Putra Allah, Mesias Putra Allah yang hidup ia jawab ini lalu Tuhan Yesus bilang apa engkaulah Petrus diatas batu karang mendirikan jemaatku jadi pondasi gereja adalah iman kita yang hadir pada pagi hari ini. Di gedung bisa berakhir dan bisa hancurkan tapi kita yang hadir disini tidak akan hancurkan itu dengan adanya iman. Hingga kita meletakan pondasi iman pada anak cucu kita ini, generasi muda kita ini, mari kita bangun gereja dengan iman ini iman akan pengakuan pada Yesus adalah anak Allah Tuhan kita pada iman kita semua. Dan berakhirnya, perayaan ibadah singkat akan dilanjutkan dengan mulai pekerjaan fisik secara bergotong royong melaksanakan kerja pondasi adorasi pembangunan gereja secara bersama hingga berakhir selesainya umat katolik Paroki Santo Yosep yang hadir pada saat itu ditandai dengan waita di halaman gereja. Selanjutnya, umat yang hadir pada saat itu bersama Pastor Paroki mereka duduk sama-sama makan siang bersama dengan umat di halaman gereja yang disiapkan oleh tim konsumsi yang digunakan masakan tradisonal barapen atau bakar batu oleh umat katolik itu dan sambil duduk makan asik cerita bersama dengan umat ini mengandakan muncul tanda kebersamaan diantara umat satu dengan umat yang lainnya bersama dengan Pastor Paroki. (modes)
Bagikan artikel ini



