NABIRE – DPRD Kabupaten Nabire Komisi B sambangi Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Adrian Nabire, Senin (28/03) pukul 10.00 WIT. Kedatangan Komisi B dibawah pimpinan Wakil Ketua Komisi B, Drs. Musa Mallisa yang didampingi anggota Komisi B diantaranya, H. Aziz Baharudin, Mesak Mangopo, Hj. Katherin Maruanaya disambut langsung Plt. Direktur PDAM Tirta Adrian Nabire, Yonnes Nexon Monim, A.md.Tek dan direksi PDAM Tirta Adrian Nabire lainnya. 

Wakil Ketua Komis B DPRD Nabire, Drs. Musa Mallisa kepada wartawan mengatakan, kedatangan Komisi B selain sebagai mitra kerja PDAM Tirta Adrian, Komisi B juga datang untuk berkoordinasi dan berkonsultasi terkait keberadaan PDAM Tirta Adrian dalam hal segi pelayanan pasokan air kepada konsumen atau warga masyarakat Nabire. Selain itu, Komisi B juga berkoordinasi terkait usulan air bersih untuk Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, seperti yang dikeluhkan oleh Direktur Rumah Sakit beberapa waktu lalu.

“Selama ini ada penyertaan atau pendampingan anggaran dari pemerintah daerah dari alokasi dana DAK ke PDAM sekitar dua milyar, sehingga sebagai lembaga DPRD kami juga mempunyai fungsi pengawasan terkait penyerapan anggaran yang diberikan pemerintah daerah kepada pihak-pihak yang menerima penyertaan modal itu, salah satunya PDAM Tirta Adrian. Sehingga, kami melakukan koordinasi, konsultasi sejauh mana penyerapan anggaran tersebut dilakukan oleh PDAM,” ujar Musa Mallisa. 

Menurutnya, sebagai perusahaan daerah tentunya pemerintah berharap ada timbal balik atau dalam arti harus ada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, suntikan dana yang diberikan pemerintah daerah bisa mempunyai hasil yang membantu pemerintah dalam menambah PAD. 

Dari pertemuan yang gelar tersebut, PDAM Tirta Adrian sekarang hanya memiliki 1.141 pelanggan. 

“Kalau dihitung dengan pelanggan lama ada sekitar enam ribuan lebih, kalau ini diaktifkan kembali, saya pikir ini bisa bisa memberikan kontribusi PAD bagi Nabire dan juga belanja pegawai di PDAM itu sendiri. Kalau, dari hasil pemerikasaan BPK itu PDAM ibaratnya sekarang dalam keadaan sakit, tetapi kalau sakit janganlah kita biarkan sampai mati, tetapi kita harus berupaya untuk sembuh dari sakit itu dan bisa sehat kembali, dan bisa berproduksi. Karena dengan pelayanan yang baik pasti dapat memberikan dampak yang positif,” imbuhnya. 

Dirinya berharap, PDAM Tirta Adrian bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. Sehingga kedepan nanti PDAM Tirta Adrian bisa menjadi perusahaan daerah yang mempunyai sebuah terobosan baru dan berinovasi menjadi sebuah Perusaahan Daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Nabire. (cad)