Koordinator Seksi Keluarga Katolik Paroki St. Yosep Nabar Dibentuk
NABIRE - Koordinator Seksi Keluarga Katolik Paroki St. Yosep Nabire Barat, telah dibentuk. Pembentukan wadah ini dalam rangka membangun gere
NABIRE - Koordinator Seksi Keluarga Katolik Paroki St. Yosep Nabire Barat, telah dibentuk. Pembentukan wadah ini dalam rangka membangun gereja yang dimulai dari diri pribadi, keluarga, kring dan paroki kuat dengan adanya kembali kepada keluarga dalam hal ini suami, istri dan anak-anak wajib hadir dalam pertemuan satu bulan sekali. Baik itu dalam gereja, Goa Maria, pantai dengan membawa anak, istri duduk cerita bersama, sharing bersama, doa makan bersama. Ini merupakan hal kecil supaya keluarga kita kuat.
Demikian disampaikan Pastor Paroki St. Yosep Nabar, Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P, disela-sela pertemuan Minggu (20/6/21) di ruang pertemuan Paroki St. Yosep Nabar.
Dikatakan, kita bicara kepengurusan dalam hal ini ketua, sekretaris dan bendahara serta seksi pertemuan dalam sebulan sekali. Kegiatan apa yang harus dibuat dengan mengundang keluarga suami, istri dan anak-anak. Dirinya mempersilahkan kepada kaum ibu untuk melihat bapak yang aktif masuk gereja untuk dipilih menjadi ketua, sekretaris dan bendahara serta seksi doa.
“Kita bangun kembali tantangan besar dalam gereja itu bukan di kring. Paling besar adalah dalam keluarga itu paling berat. Nanti di rumah baik bawa di kring akan baik, di rumah rusak bawa di kring juga akan rusak. Masalah yang sedang kita hadapi kita luangkan dan renungkan bersama-sama. Apa yang kita bentuk di Nabire ini, bahkan Papua belum ada yang fokus pada seksi keluarga seperti ini,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, kita ramai dalam mengurus gereja, proyek, dan lain-lain. Kita urus banyak hal tetapi kita belum urus keluarga. Semua sibuk urus hal besar, istri anak pergi ke gereja, suami marah-marah sehingga hal begini rumah tangga tidak damai.
“Saya selalu tantang kita punya pengurus-pengurus gereja pewarta-pewarta ingat koreksi diri sendiri. Keluarga banyak yang rusak, suami, istri jadi jauh dari gereja anak-anak jadi masuk di dalam aibon, Miras dan lainnya sebagainya. Lihat di kring kita misalnya pengurus gereja ada lima orang hanya aktif dua atau tiga orang yang lain hilang,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, masalah besar yang sedang kita hadapi, anak-anak masuk gereja atau tidak dibiarkan saja. Sehingga untuk mengatasi masalah ini bapak-bapak dan mama-mama yang aktif kita pilih seksi koordinator keluarga katolik.
“Tadi saya bilang kalau tidak di gereja saling kecemburuan, mace ini jalan kemana jadi ini penghalang. Jadi di dalam keluarga saling komunikasi yang baik antara suami dan istri. Yang merasa keluarga katolik hadir, pengurus kring, pengurus stasi punya tugas surat yang dikeluarkan oleh seksi keluarga beredar ke seluruh gereja itu merupakan undangan resmi yang merasa diri punya keluarga dan tidak terkecuali,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam kegiatan keluarga selanjutnya kita pilih pengurus koordinator keluarga katolik paroki. Selanjutnya akan bicarakan program kerja keluarga dalam satu bulan satu kali atau dua kali. (modes)
Bagikan artikel ini



