Korem 173/PVB Kerahkan Pasukan Padamkan Karhutla, Gangguan kabut asap di Nabire Jadi Perhatian
Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Waroki, Kimi, serta kawasan sekitar Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (21/8/2026).

NABIRE – Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Waroki, Kimi, serta kawasan sekitar Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan perbantuan di wilayah paling terdampak yakni daerah Waroki, dipimpin langsung oleh Kasi Ops Kasrem 173/PVB Letkol Inf Adri, dengan Pelibatan personel gabungan dari Korem 173/PVB, Kodim 1705/Nabire, Yonif 804/DBAY, Denzipur 12/OHH, serta BPBD Provinsi Papua Tengah. Sedangkan di daerah Wanggar sekitar Bandara Douw Auturure, BPBD mendapat bantuan dari personel Kopasgat yang bertugas di sana.
Karhutla yang terjadi di sejumlah titik tersebut menjadi perhatian serius karena selain berpotensi meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat, kepulan asap yang ditimbulkan berdampak pada polusi udara dalam kota Nabire dan juga berdampak terhadap jarak pandang di sekitar wilayah Bandara Douw Aturure. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas penerbangan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, personel gabungan melaksanakan pemantauan dan penanganan pada titik-titik kebakaran serta berupaya melakukan pemadaman dan pembasahan guna mencegah api kembali meluas. Personel juga melakukan koordinasi secara intensif dengan unsur terkait untuk memastikan penanganan Karhutla dapat dilaksanakan secara cepat, terukur dan terpadu.
Kasi Ops Kasrem 173/PVB Letkol Inf Adri Asmara Yudha menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan Karhutla adalah perintah dari Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih untuk menyiagakan 1 SSK penanganan Karhutla di tiap wilayah merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan TNI dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat menghadapi bencana yang dapat mengancam keselamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto,S.I.P., menegaskan bahwa “Personel kami bersama unsur terkait terus berupaya menangani titik-titik kebakaran yang ada. Prioritas kita adalah mencegah api meluas, mengurangi dampak asap terhadap masyarakat serta mendukung agar kondisi di Kota Nabire, Kimi dan di sekitar Bandara Douw Aturure dapat segera kembali aman,” ujar Danrem.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Oleh karena itu, TNI bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan koordinasi, pemantauan serta langkah-langkah penanggulangan di lapangan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara TNI, BPBD, pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting, khususnya dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran serta mencegah munculnya titik api baru,” tambahnya.
Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran serta melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api akibat kondisi lahan yang masih berpotensi terbakar.
Korem 173/PVB berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah dalam setiap upaya penanggulangan bencana, termasuk Karhutla, sebagai bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Melalui sinergi dan kerja sama lintas instansi tersebut, diharapkan Karhutla di wilayah Waroki, Kimi, dan sekitar Bandara Douw Aturure dapat segera dikendalikan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan normal.(Sam)
Bagikan artikel ini



