NABIRE – Paroki Kritus Sahabat Kita (KSK) Nabire merayakan pekan hari raya Paskah, peringatan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus (Isa Almasih) dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat. Pelaksanaan prokes selama ibadah Paskah tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Setiap umat yang hendak mengikuti ibadah Paskah  di Gereja KSK, sejak Kamis (14/4) sore hingga Paskah kedua, Senin (18/4) Dewan Paroki bersama Panitia Paskah menertibkan setiap umat untuk mengikuti prokes.

Protokol Kesehatan (Prokes) yang diterapkan selama ibadah perayaan paskah, setiap umat diwajibkan memakai masker, sebelum masuk gereja, Dewan Paroki dan panitia Paskah menyiapkan saniter di depan pintu dan diwajibkan untuk semprot saniter di tangan. Di dalam ruangan, duduk dengan jarak, tidak berdekatan, termasuk anak yang bias duduk sendiri duduk terpisah dengan dengan pengaturan tempat duduk yang sudah ditentukan. “Dilarang duduk di tempat yang sudah di silang. Harus duduk di tempat yang tidak ada tanda X,” pesan panitia Paskah lewat monitor di dalam gereja KSK.

Setiap umat yang mengikuti ibadah peringatan perjanuam terakhir (Kamis Putih), perintanan Jumat Agung, peringatan wafatnya Tuhan Yesus Kristus (Isa Almasih), peringatan kemenangan (Sabtu Malam) perayaan Kebangkitan Yesus dari kubur (Minggu Paskah) dan perintanan Paskah kedua pada Hari Senin (18/4).

“Kalau mau ikut ibadah paskah, jangan lupa masker. Di gereja, mau masuk itu harus pakai masker, nanti petugas Tanya itu,” ingatkan ibu Yohana M kepada anggota keluarganya di kawasan Karang Tumaritis, Kamis (14/4) sore.

Tidak hanya umat, petugas pelayan ibadah setiap perayaan ibadah, termasuk pastor yang memimpin ibadah juga dengan masker.

Pelaksanaan ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan di Paroki KSK, tidak hanya dilaksanakan saat perayaan Paskah tahun ini. Sebab, sebelumnya pada hari minggu biasa di luar perayaan Paskah tahun ini, sudah dilaksanakan setiap ibadah hari, termasuk ibadah Natal 2021 lalu.

Penerapan prokes di tempat ibadah ini sudah mulai diterapkan sejak pemerintah membuka pelaksanaan ibadah keagamaan sejak pandemic Corona lalu hingga kini. Paroki KSK tertib melaksanakan prokes setiap kali ibadah (misa) di gereja dan kegiatan lainnya di lingkungan gereja KSK Nabire. 

“Kita di sini itu, kalau mau ke gereja ikuti ibadah, pakai master. Jangan lupa bawa masker,” ajak ibu Martina T dua pecan lalu kepada anggota keluarga yang baru dating dari kampong di pedalaman.

Oleh sebab itu, setiap Umat Katolik yang hendak mengikuti ibadah di gereja KSK Nabire, sudah diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan dengan saniter sebelum masuk ruangan gereja. Dengan diterapkannya memakai masker, setiap Umat Katolik dari Paroki KSK Nabire menyiapkan masker pribadi. (ans)