Kuasi Paroki Santo Yosep Nabar Jadi Paroki Devenitif
NABIRE - Gereja Katolik Kuasi Paroki Santo Yosep Nabire Barat, pada hari Sabtu, 25 November 2017 menjadi Paroki Devenitif, yang disahkan ole
Bagikan
NABIRE - Gereja Katolik Kuasi Paroki Santo Yosep Nabire Barat, pada hari Sabtu, 25 November 2017 menjadi Paroki Devenitif, yang disahkan oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr. Jhon Philip Saklil Pr. Kegiatan istimewa bagi umat Katolik ini ikut disaksikan Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos,MAP beserta Ibu Yufinia Mote Douw, S.SiT, Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire Yusuf Suharjaso SJ, serta para Pastor, suster, bluder dan umat Katolik dari Nabar hingga Kampung Wami sekaligus dipilih Pastor Paroki Nabar baru, Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam Nabire Yusuf Suharjoso SJ. Mengawali perayaan ibadah pemberkatan/peresmian status Kuasi Paroki menjadi Paroki baru dipimpin misa oleh Uskup Timika Mgr. Jhon Philip Saklil Pr, dalam khotbahnya mengatakan kita dalam hukum gereja atau aturan gereja Paroki itu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang dengar baik-baik kalau orang Protestan tanya itu umat Katolik bisa jawab supaya keselamatan jiwa-jiwa orang itu jiwa itu bisa selamatkan oleh iman. “Ini bukan keselamatan umat punya makan minum, pakaian, mege dan lain sebagainya tidak tetapi ini masalah jiwa, jiwa itu Tuhan Allah punya kalau Tuhan Allah rasa bosan jiwa itu bisa cabut hari ini juga kita punya badan ini nanti sebentar mati kembali jadi tanah tapi jiwa ini yang masuk sorga atau neraka umat tahu,” kata Uskup. Selama kita hidup ini, Tuhan beri kesempatan kepada kita melaksanakan syarat-syarat dari Tuhan itu seperti apa menguatkan iman, aktif masuk gereja dan laksanakan kegiatan gereja mendidik anak, dari sejak usia kecil ajak masuk gereja, sekolah minggu, kasih latih belajar membaca, menulis dan berhitung mulai dari keluarga supaya anak menjadi pintar dan akan takut kepada Tuhan nantinya. Dan selanjutnya khususnya umat katolik jangan jual tanah kepada orang diluar karena apa tanah adalah mama kita sendiri hingga mulai kerja bangun rumah dan bikin kebun sendiri untuk merawat dan menjaga tanah itu untuk anak cucu kita kedepan. “Muda-mudi yang berkeluarga tinggal bersama dengan orang tua dan anak titip sama orang tua lalu mondar-mandir tanpa tujuan sadar diri dulu bangun rumah sendiri dan tinggal disitu tanggung jawab sendiri bukan kasih beban orang tua lagi,” pungkasnya.(modes)
Bagikan artikel ini



