NABIRE – Lagi, Operasi (Ops) Patuh Matoa tahun 2020 di wilayah hukum Kepolisian Resor Nabire menjaring puluhan pelanggar kendaraan bermotor.

Kegiatan razia Ops Patuh Matoa 2020 yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas Polres Nabire bertempat di Perempatan Jalan Kusuma Bangsa itu berhasil menilang 20 unit kendaraan.

Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, S.IK, diwakili Kasat Lantas AKP Hendra Krisnawan, SH,S.IK ketika dikonfirmasikan menjelaskan, memasuki hari ke-15 Ops Patuh Matoa 2020 di Wilkum Polres Nabire, masih saja ada pelanggar yang terpaksa harus ditilang, lantaran tidak mengantongi kelengkapan berkendara.

Dari 20 kendaraan bermotor (Ranmor) yang ditilang itu, masih didominasi pengendara roda dua alias motor.

“Sampai hari ini (kemarin, red) Satlantas Polres Nabire kembali menindak 20 pelanggar lalu lintas.

Mereka masih didominasi oleh pengendara R2 dengan pelanggaran salah satunya tidak menggunakan helm dan tidak miliki SIM,” ujar Kasat Lantas Polres Nabire Hendra Krisnawan.

Operasi Patuh Matoa tahun 2020 yang dilaksanakan Rabu, 5 Agustus (kemarin itu), menurut Kasat Lantas Hendra Krisnawan merupakan hari terakhir Ops Patuh yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran kepolisian dengan prioritas utama penindakan pelanggaran, selain tidak menggunakan helm, juga menggunakan handphone saat berkendara.

Selain itu, seperti diberikan sebelumnya dalam Ops Patuh Matoa yang berlangsung kurang lebih 15 hari itu juga menertibkan, pengemudi yang melawan arus, melebihi batas kecepatan maksimal, berkendara diatas trotoar, melanggar arus atau rambu-rambu lalu lintas hingga terkait balapan liar.

“Tidak hanya memberikan tindakan langsung atau tilang terhadap pengendara yang melanggar lalu lintas, kami juga memberikan teguran kepada para pengendara dan sifat persuasif dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.(wan)