NABIRE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan salah satu titik kumpul sementara saat tsunami di Kabupaten Nabire adalah lapangan sepakbola Bumi Wonorejo. Bersama dengan lapangan Wonorejo, BNPB juga menunjuk Pemancar Telkom sebagai titik kumpul sementara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nabire telah menandai lokasi tersebut dengan memasang rambu dan papan informasi tsunami dan bencana banjir di Distrik Nabire dan Distrik Makimi. Sumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nabire, Rabu (30/10) mengatakan Lapangan Sepakbola Bumiwonorejo diberi titik kumpul karena, berada di atas 25 meter dari permukaan laut. Jika kita melihat dari letaknya, tanah rata tetapi menurut pengukuran dari permukaan laut, ternyata ketinggian lapangan sepakbola tersebut berada di meter 25.  Selain di lapangan sepakbola, BNPB juga menunjuk Pemancar Telkom            sebagai titik kumpul sementara. Gunung Merian sebagai tempat kumpul warga. Sementara untuk bencana banjir dan longsor, titik kumpul sementara untuk banjir, yakni di Gedung Olahraga (GOR) dan SMP Negeri 3. BNPB menunjuk rambu penunjuk tsunami sepanjang pesisir pantai mulai dari Kalibobo hingga Pantai Sanoba di Distrik Nabire. Titik kerawanan tersebut diduga akan bertambah ketika ada rambu-rambu tsunami dan banjir untuk distrik lainnya di Kabupaten Nabire. Sementara daerah rawan banjir yang ditandai BNPB di Kabupaten Nabire yakni muara kali Nabire, jembatan kali Nabire, jembatan Polsek nabarua, jembatan kali Oyehe, jembatan Siriwini Bawah, jembatan Sanoba Atas dan jembatan Kimi. Dan untuk bahaya longsor yakni di Kali Korowa, Kampung Sanoba dan Bumiwonorejo. Sumber dari BPBD Kabupaten Nabire meminta agar warga hendaknya membaca secara baik rambu-rambu yang telah dipasang oleh BPBD sebagai peringatan dan informasi bencana tsunami, banjir dan longsor lewat rambu-rambu yang telah ditempatkan di tengah pemukiman dan pinggir jalan yang mudah dijumpai warga. Sumber tersebut juga meminta agar warga menaat jalur evakuasi yang ditunjuk lewat rambu. Apabila ada informasi jalur lewat kiri, warga diminta evakuasi lewat jalur, kalau lewat jalur kanan, masyarakat lalui di jalur kanan. Dalam penentuan titik aman dan rawan bencana, untuk bencana tsunami, warga evakuasi lewat jalur kiri yakni Pantai Nabire - Lampu Merah Pantai MAF - pertigaan jalan Pemuda – tugu Selamat Datang dengan jalur pengaman kiri di Bukit Merian, Pemancar Telkom- Perumahan Bandara. Sementara evakuasi lewat jalur kanan melalui  Tugu Cenderawasih – Lampu Merah Jln Pemuda – pertigaan jln Silas Papare – kantor Pengadilan ke arah tempat pengungsian kanan yakni SD Inpres Kalibobo, Gedung DPRD. Sedangkan untuk bencana banjir, titik kumpul sementara di lapangan Polres Nabire dengan penenda tempat kumpul di kantor BPBD di Sanoba, dan kantor Kelurahan Bumi Wonorejo.(ans)