Lulusan PPG Tak Lagi Diangkat Menjadi Guru Kontrak
NABIRE - Pada beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengangkat guru kontrak sebanyak 100 orang, namun seiring berjalannya wa
Bagikan
NABIRE - Pada beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengangkat guru kontrak sebanyak 100 orang, namun seiring berjalannya waktu ada penerimaan pendidikan khusus Profesi Guru yang dikenal PPG, yang langsung diterima Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sehingga ada beberapa guru yang mengikuti program tersebut agar menjadi guru yang benar-benar berprofesi di bidang pendidikan dan akhirnya mereka yang lulus PPG tidak lagi melanjutkan tugasnya sebagai guru kontrak, tetapi mengikuti PPG dan mengikuti pendidikan selama satu tahun untuk mendapatkan pengetahuan dan menjadi guru profesi sesuai harapan dan cita-cita dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dan setelah satu tahun mengikuti program PPG diluar tanah Papua, kini sudah kembali ke Kabupaten Nabire, namun mereka yang lulus PPG ini tidak diterima lagi menjadi guru kontrak guna menjawab kebutuhan akan kekurangan tenaga guru di semua sekolah yang ada dipinggiran dan daerah terluar. Untuk itu diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar mendata hal ini kembali dan mengangkat para guru yang telah mengikuti program Kementerian Pendidikan agar menjadi guru kontrak, karena para guru kontrak yang mengikuti PPG merupakan guru berprofesi yang sangat luar biasa. Demikian hasil investigasi yang dilakukan media ini guna menjawab kebutuhan akan kekurangan guru di Sekolah Dasar (SD) yang berada di pinggiran, pesisir, kepulauan dan pedalaman. Para guru yang telah dididik menjadi guru profesi oleh kementerian merupakan lulusan Kolose Pendidikan Guru (KPG) Nabire yang tidak boleh diabaikan. Karena berdasarkan data lain yang dihimpun media ini, lulusan KPG Nabire dan Unit Pelaksana Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (UPP – PGSD) Uncen kelas Nabire banyak menjadi rebutan kabupaten tetangga guna menjawab kekurangan tenaga guru, sehingga para lulusan KPG dan UPP -PGSD kini sudah banyak diangkat sebagai guru kontrak oleh kabupaten tetangga di wilayah adat Meepago dan Saireri. Sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah melalui dinas pendidikan agar kembali mengangkat para guru lulusann PPG agar mejadi guru kotrak di sejumlahSD yang ada di daerah ini, sebab dari data lapangan telah menunjukan banyak sekolah yang mengalami kekosongan tenaga guru. Jika Pemda Nabire tidak terima anak-anak yang telah dibina oleh Kementerian Pendidikan lewat program PPG, sesungguhnya ada apa dibalik semua itu?.(des)
Bagikan artikel ini



