NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Marci Kegou turun lapangan (Turlap) menanggapi aspirasi masyarakat yang mengeluh dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wanggar, Jumat (27/8) pagi. Marci langsung bertemu dengan Kepala Unit Pelaksana Daerah (UPTD) Puskesmas Wanggar, Sriaati bersama staf di Puskesmas darurat di Kampung Wiraska (SP A) Wanggar.

Marci Kegou saat bertemu dengan Kepala UPTD Puskesmas Wanggar mengatakan sebagai anggota DPRD dari daerah Wanggar dan Yaro hingga Sima datang ke Puskesmas Wanggar untuk melihat dari dekat pelayanan kesehatan kepada warga. Karena, ada aspirasi masyarakat yang mengeluh sehingga langsung datang untuk mengecek langsung ada apa sebenarnya di UPTD Puskesmas Wanggar.

Anggota Legilatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyaksikan langsung kondisi Puskesmas bersama fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut dan mendengarkan penjelasan langsung dari Kepala Puskesmas, Sriaati.

“Saya sih marah, marah kenapa kondisi pelayanan kesehatan seperti itu dan saya langsung turun lihat kondisi seperti ini. Tetapi kalau lihat kondisi seperti ini mau apa,” tuturnya saat melihat kondisi Puskesmas sementara dan menemui kepala Puskesmas.

Kepala UPTD Puskesmas Wanggar, Sriaati mengatakan, sebetulnya Puskesmas Wanggar merupakan Puskesmas rawat inap. Tetapi, sementara ini tidak ada perawatan karena kondisi Puskesmas yang ada sekarang ini tidak memadai. Sebab, Puskesmas yang ada di Kampung Wanggar Sari (SP B) sedang dibongkar untuk dibangun baru sehingga sementara pindah ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di Wiraska.

Sriaati menambahkan, kondisi Pustu sebagai Puekesmas sementara, kondisinya tidak memungkin untuk melayani rawat inap sehingga tidak ada rawat inap. Pelayanan Unit Gawat Darurat sempit sehingga pelayanan terbatas. Demikian juga halnya pelayanan ibu hamil.

Sekalipun sempit dan pengat ruangannya, di Puskesmas sementara ini masih tetap melayani pelayanan pengobatan dan pelayanan kesehatan lainnya. Akibat dari kondisi darurat, setap bagian pelayanan kesehatan tertumpu pada beberapa ruang Pustu, sehingga untuk pelayanan kebidanan sementara dilayani di gedung Posyandu.

Kepala Puskesmas Wanggar, Sriaati mengungkap, sejak mulai pendemi Covid -19 lalu, atas saran Dinas Kesehatan, tidak ada pelayanan rawat inap. Pelayanan pemeriksaan juga tidak karena, tidak ada APD. Peralatan laboratorium untuk Covid -19 saja, baru dapat awal tahun 2021, selama tahun lalu. Bantuan itupun terbatas, sehingga tidak bisa berbuat banyak.

Usai mendengar keterangan kepala Puskesmas Wanggar dan melibat sarana pelayanan khusus ruangan petugas, Marci Kegou mengatakan sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan IV Nabire menyatakan sangat sangat kesal dan sangat sayangkan sekali untuk kita semua, tidak menyalahkan kepada siapa dia tapi mari kita lihat sama-sama yang sedang dialami oleh masyarakatku di wilayah IV khususnya UPTD Distrik Wanggar. Dengan adanya sementara rehab UPTD Puskesmas Wanggar, sehingga mereka mengadakan pelayanan di Pustu di Kampung Wiraska SP A dengan kondisi yang sangat-sangat di sayangkan. Dengan demikian, Marci mengajak pemerintah daerah agar kita mencari solusi yang tepat dalam waktu dekat karena dibidang kesehatan bukan dia mengobati bukan binatang atau tumbuh-tumbuhan tetapi mengobati kepada manusia. Dengan demikian, sebagai wakil rakyat yang diutus dari Dapil IV, minta kepada pemerintah untuk jeli melihat persoalan itu dan kita mencari solusi bersama dalam waktu yang singkat.

Marci berjanji akan koordinasi dengan Komisi C yang membidangi kesehatan agar mengundang Dinas Kesehatan bersama instansi terkait untuk mencari solusi bersama agar Puskesmas Wanggar sebagai Puskesmas Rawat inap dapat melayani masyarakat dengan baik. (ans)