NABIRE - Sekarang ini orang selalu membenarkan kebiasaan, tetapi tidak bisa membiasakan kebenaran. Demikian diungkap Uskup Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil, di sela-sela kegiatan peresmian Gedung SMP YPPK St. Antonius Nabire, Selasa (28/5) di Nabire. Dikatakan Uskup, kalian harus punya kebun sendiri. Amin-amin  punya kandang sendiri. Amin-amin tidak boleh beli babi dari orang lain, kau pelihara sendiri kamu sekolah itu untuk itu, supaya punya kandang sendiri, punya rumah sendiri, punya kebun sendiri. Sudah sekolah sampai tamat ijazah masih terus minta-minta lagi. Mewartakan kebenaran itu memang tidak gampang. Itu tugas yang luar biasa, maka gereja sejak awal jaman misionaris, entah di daerah katolik atau daerah protestan, apa yang kita buat adalah membangun sekolah supaya apa? supaya mendapatkan kader-kader yang bisa mewartakan apa yang benar, bisa berpikir yang benar, bisa bicara yang benar dan berbuat yang benar. Tidak semua kebiasaan kita itu benar. Sekarang ini orang selalu membenarkan kebiasaan tetapi tidak biasa membiasakan kebenaran. Bahkan dalam seluruh gerakan pendidikan, pendidikan itu menjadi  proyek penghancuran kebenaran. Menurut Uskup John Philip, untuk apa  ada sekolah Yayasan Katolik. Pemerintah sudah ada sekolah negeri, sekolah Inpres pemerintah punya gaji, uang banyak. “Saya mau tutup sekolah-sekolah Yayasan Katolik sekolah mengenah pertama dan sekolah mengenah atas (SMA) ditutup saja, saya punya sekolah menengah pertama 100 lebih, tutup sekolah katolik,” pungkasnya. (modes)