NABIRE - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosep Nabar mencintai dan membangun gereja adalah iman dan harapan keselamatan hidup. Karena OMK sebagai tulang punggung gereja, masa depan yang cerah di tangan generasi muda penggangti orang tua.     

Demikian disampaikan Pastor Paroki Pastor Injonito Gerry Da Krus SCH.P disela-sela kegiatan tungku api OMK, Jumat (24/9/21) di Gereja Katolik Santa Tresia Kaladiri II, Distrik Wanggar.  

Kegiatan tungku api OMK Paroki Santo Yosep diawali perayaan misa ekaristi dipimpin Pastor Paroki setempat. Pastor Gerry dengan khotbahnya mengatakan, persiapan masuk gereja itu penting karena kita anak-anak muda ini pondasi gereja.

“Kalau kita cintai gereja, besok pengganti orang tua kalian adalah anak-anak muda yang mengisi, membangun gereja dengan iman dan harapan yang kuat. Sebab tempat utama anak-anak muda adalah berdoa rajin masuk gereja, itulah harapan hidup iman kita,” ujarnya.

Dikatakan, di waktu yang lalu anak muda begitu banyak dimana satu gereja terisi penuh. Bahkan sampai ada yang berdiri di luar gereja. Namun sekarang, kita saksikan bersama orang yang tidak mau sabar tinggal bosan hingga langsung menghindar jauh dari gereja. Akibatnya anak-anak muda generasi masa depan rusak moral, iman dan harapan yang tidak berbuah yang baik hingga ujungnya tinggal tunggu waktu meninggalkan dunia ini.

“Kalian melawan perintah orang tua adalah melawan perintah Tuhan. Harapan dan impian yang dicita-citakan tidak akan berhasil karena Tuhan marah kepada anak-anak. Hingga nasehat orang tua atau kepada sesama lain yang akan disampaikan itu dengan baik-baik bukan melawan. Kalian adalah tulang punggung gereja masa depan pengganti orang-orang tua kalian,” tambahnya. 

Perayaan misa ekaristi kudus ditutup dengan lagu penutup disertai dengan tanda kemenangan. Selanjutnya diarahkan foto bersama dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan masing-masing kring. Diantaranya masing-masing kring tampil menyanyi bersama, lomba teka-teki kuis, dan lain sebagainya. (modes)