Menembus Keterisolasian, 181 Rumah di Pedalaman Puncak Papua Tengah Segera Nikmati Listrik 24 Jam
Kabar gembira datang dari pedalaman Papua Tengah. Di penghujung Agustus 2026, sebanyak 181 rumah warga di dua distrik terpencil di Kabupaten Puncak dipastikan akan menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh.

NABIRE – Kabar gembira datang dari pedalaman Papua Tengah. Di penghujung Agustus 2026, sebanyak 181 rumah warga di dua distrik terpencil di Kabupaten Puncak dipastikan akan menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh.
Terobosan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam program "Papua Tengah Terang" yang digagas duet Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov Papua Tengah telah merampungkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas masing-masing 30 Kilowatt (KW) di Distrik Dervos dan Distrik Doufo.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emmanuel You, merinci bahwa total 181 rumah tersebut terdiri dari 71 rumah di Distrik Dervos dan 110 rumah di Distrik Doufo.
"Bapak Gubernur dijadwalkan meresmikan langsung PLTS tersebut di akhir bulan ini. Ini adalah bukti komitmen kami untuk memberikan layanan listrik secara mandiri bagi saudara-saudara kita di daerah pinggiran dan wilayah yang selama ini sulit dijangkau," ujar Emmanuel kepada awak media, Rabu (19/8/2026).
Bukan Sekadar Lampu, Tapi Akses Dasar
Emmanuel menekankan bahwa kehadiran listrik selama 24 jam bukan hanya soal penerangan di malam hari. Lebih dari itu, listrik adalah kunci utama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta meningkatkan akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat di pedalaman.
"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tapi menyentuh hingga ke titik terjauh. Dengan listrik 24 jam, masyarakat di Dervos dan Doufo kini memiliki kesempatan yang sama untuk terhubung dengan dunia luar," tambahnya.
Intan Jaya Menjadi Target Berikutnya
Tak berhenti di Kabupaten Puncak, ambisi "Papua Tengah Terang" terus dipacu. Saat berbincang santai dengan jurnalis di Nabire, Rabu (19/8/2026) malam, Gubernur Meki Nawipa memberikan sinyal kuat bahwa wilayah selanjutnya yang akan disasar adalah Kabupaten Intan Jaya.
Gubernur Meki mengungkapkan bahwa saat ini proses persiapan sedang berjalan. Ia optimistis dalam tahun 2026 ini, beberapa wilayah di Intan Jaya juga akan merasakan manfaat listrik 24 jam.
"Program ini akan terus menyasar banyak daerah di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah. Kita ingin memastikan seluruh warga, di mana pun mereka berada, bisa merasakan terang. Setelah Puncak, kita bergerak ke Intan Jaya," tegas Meki Nawipa.
Langkah Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini dinilai menjadi langkah krusial dalam memeratakan pembangunan di Bumi Cenderawasih, sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran negara dan pemerintah daerah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berada di garda terdepan wilayah terisolasi. (ppn)
Bagikan artikel ini



