NABIRE - Siswa didik kelas empat ke bawah, tidak mudah dididik menjadi pintar baca tulis hitung. Lembaga sekolah memiliki rencana baik, fokus sekolah kepada siswa didik. Kelas matang baca tulis hitung masuk sekolah lanjutan pertama (SMP). Setiap guru kelas bertanggung jawab terhadap siswa dan siswi.

”Mengapa anak saya tahan kelas ?” demikian ungkapan dari M. J. Izaak, S.Pd, Jumat (26/6/21), seteah membagikan buku raport. Menangapi pertanyaan dari orang tua yang anaknya tidak naik kelas, selaku guru kelas mengatakan, anak tidak naik kelas karena belum tahu baca tulis hitung. Siswa didik menambah ilmu pengetahuan maka tinggal kelas bukan hal yang tidak bagus.

“Mengapa anak tahan kelas ? Siswa didik belum bisa sama sekali mengaja, belum bisa baca tulis dan hitung. Maka diharapkan kepada orang tua siswa untuk mendampingi anaknya belajar baca tulis dan hitung di rumah. 

Kata dia, sekolah memiliki kewajiban memberikan penilaian. Rajin, kerapiaan, tugas pekerjaan rumah, tak hanya dinilai kemampuan mengumpulkan biji nilai. 

Izaak menyampikan permohonan maaf kepada orang tua, kepada siswa didik yang tahan kelas. Kata dia, tahan kelas bukan menjadi persoalan namum menambah pengetahuan. 

“Siswa yang naik kelas lima dia minta belajar lebih giat lagi. Tingkatkan membaca kelincahan mata belajar menghitung dengan angka ratusan hingga ribuan,” ujarnya. (don)