Menjadi Orang Sukses Bukan Karena Gedung Mewah, Tetapi Prestasi dalam Ketekunan Belajar
NABIRE - Bukan gedung yang mewah anak bisa menjadi orang berprestasi. Tetapi hanya dengan ketekunan belajar, rajin berdoa dan dengar–dengaran orang tua dan guru, anak bisa mencapai prestasi. Ada kata bijak yang mengatakan, ”Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena mereka tidak memiliki komitmen”.

NABIRE - Bukan gedung yang mewah anak bisa menjadi orang berprestasi. Tetapi hanya dengan ketekunan belajar, rajin berdoa dan dengar–dengaran orang tua dan guru, anak bisa mencapai prestasi. Ada kata bijak yang mengatakan, ”Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena mereka tidak memiliki komitmen”.
Demikian dikatakan Kepala SMK Kesehatan Anigou, Damianus Nawipa, S.Pd, pada saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi 35 murid baru SMK Kesehatan Anigou Nabire, Jumat (15/722).
Kepada 53 murid baru SMK Kesehatan yang baru terdaftar dan mengikuti MPLS diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk menggapai cita–cita di masa mendatang. Dengan menggunakan metode segita tiga, yakni dari rumah ke gereja, dari rumah ke sekolag dan kembali ke rumah.
Kata dia, apabila anak–anak menggunakan metode empat sudut, sudah bisa dipastikan anak-anak akan gagal dalam mencapai cita–cita. Sebab hidup ini milik Tuhan dan kemampuan serta kepintaran juga milik Tuhan.
Selaku Kepala SMK Kesehatan Anigou Nabire meminta agar dari 35 murid yang telah terdaftar di SMK ini, diharapkan bertahan jumlah ini sampai tiga tahun mendatang dan lulus dari SMK Kesehatan Anigou Nabire. Kepada 35 murid baru dipastikan pada bulan Nopember tahun 2022 akan secara langsung mengikuti PPL satu di lapangan untuk dapat mengenal secara langsung pengenalan dasar alat–alat kesehatan.
Katanya, pembelajaran di zaman ini sangat mudah dengan menggunakan jalur internet secara baik anak bisa belajar sampai puas dan memiliki segudang ilmu. Karena belajar tidak semunya harus dari guru. Sehingga anak dituntut harus rajin ke sekolah dan rajin mengakses internet untuk pembelajaran.
Dengan demikian kesuksesan prestasi seorang peserta didik, bukan dilihat dari gedung yang mewah dan halaman yang bersih dan rapi. Tetapi dengan semangat berdoa dan belajar anak bisa berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (des)
Bagikan artikel ini



