Minggu Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga
NABIRE - Bertempat di Gereja Katolik Santo Petrus Bumi Mulia/SPC, dirayakan Minggu Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga. Perayaan ekarist
NABIRE - Bertempat di Gereja Katolik Santo Petrus Bumi Mulia/SPC, dirayakan Minggu Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga.
Perayaan ekaristi dipimpin Pewarta Baktasar Gat, yang juga selaku prodiakon Paroki Santo Yosep Nabire Barat.Pewarta Gat mengambil bacaan pertama, Wahyu 11:19a;12:1-6a-10ab, perempuan berselubungkan matahari dengan bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.
Bacaan kedua, 1 Korintus 15:20-26 Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milikNya.
Untuk bacaan Injil Lukas 1:39-56 Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.
Dalam kotbahnya, Pewarta Baktasar menyampaikan mengapa Maria diangkat ke surga? Bunda Maria adalah keturunan murni Hawa dan Bunda Maria sejak dalam kandungan sampai tiba saatnya melahirkan Yesus telah berada dalam kuasa dan perlindungan rohkudus.
Sejak kecil Maria dikenal sebagai wanita yang soleh dan berbakti kepada orang tua.
Maria dibesarkan dalam keluarga yang taat.
Maria juga seseorang yang polos dan suci tetapi Maria memiliki kedewasaañ iman memiliki kepasrahan yang besar kepada Allah.
Bunda Maria adalah salah satu dari beberapa manusia yang diangkat ke surga.
Dialkitab tercatat beberapa manusia yang diangkat ke surga yaitu, Henokh, Elia dan Yesus telah bangkit dan kemudian Maria.
Mengapa Maria diangkat ke surga, karena Maria adalah Bunda Allah, yang memang telah dipersiapkan secara khusus dalam karya keselamatan manusia.
Allah tidak ingin jasad Maria menjadi batu sandungan bagi manusia.
Kita semua ingat bahwa manusia purba terus mencari jasad Musa yang telah dimatikan Allah.
Tetapi Malaikat Mikael telah menyembunyikan jasad Musa walaupun untuk itu Mikael harus bertengkar dengan iblis.
Bisa jadi jasad Musa akan diawetkan, didewasakan atau diagungkan sehingga pada akhirnya akan menyesatkan manusia.
Dan selanjutnya diakhiri dengan lagu-lagu, baik itu dalam Mahda Bakti maupun lagu-lagu wani yang dinyanyikan oleh umat hingga bera?hirlah terlaksana dengan baik.(modes)
Bagikan artikel ini



