NABIRE – Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin beserta rombongan Turlap dalam rangka monitoring penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Nabire. Dimana varian baru omicron dikabarkan terus meningkat di sejumlah wilayah di Indonesia.

Turun pada Kamis (10/2/22), dipimpin Wakil Bupati Ismail Djamaluddin didampingi Asisten III Setda Nabire, Pieter Erari, SE, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, Jubir Tim Gugus Covid-19 Nabire, dr. Frans Sayori, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nabire, Victor Fun, S.STP, M.Si, serta Kasat PolPP Nabire, Alexsander Pekei, S.STP. M.Si.

Kegiatan ini sekaligus menjawab Instruksi Presiden tertanggal 7 Februari 2022 melalui rapat Video Confren (Vicon).

Turlap tersebut dilaksanakan di 6 titik sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Antara lain diSMP dan SMA Yapis Nabire, SMA Adiluhur Nabire, SD YPK Sion, SMA Negeri I Nabire, SMP Negeri I Nabire serta SMP Negeri 5 Nabire.

Saat Turlap, Wakil Bupati Ismail menyerahkan maker kepada masing-masing sekolah sekaligus memberikan arahan.

Dalam arahannya Wakil Bupati Ismail menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru serta rekan-rekan yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan. Yang mana sudah ikut membantu dalam melaksanakan protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker. 

Lanjutnya, saat ini kita lihat lonjakan kasus yang ada di Nabire. Kaupaten Nabire per tanggal 10 Februari 2022 sudah mencapai 67 kasus. Sehinga pemerintah daerah bersama Gugus Tugas tidak bosan-bosanya untuk selalu mengingatkan dan selalu melaksanakan prosedur protokol kesehtan, berdasarkan Instruksi Presiden tertanggal 7 Februari 2022 melaluai Vitcon.

“Oleh karnanya kami dari pemerintah daerah dan gugus tugas, TNI, POLRI bahu membahu bersama mempercepat vaksinasi baik itu dosis pertama, kedua maupun ketiga (Boster) dan juga mengutamakan protokol kesehatan yang salah satunya yaitu menggunakan masker,” ujarnya. 

Lanjutnya, hari ini Turlap pada beberapa sekolah untuk monitiring penggunaan masker yang dilakukan secara benar oleh pihak sekolah. Dirinya menghimbaukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada tapi tidak perlu panic. Yang penting mengutamakan hidup Sehat, menjaga jarak, selalu menggunakan masker, dan mencuci tangan. 

Jubir Tim Gugus Covid-19 Nabire, dr. Frans Sayori, mengatakan, soal peningkatan kasus Covid-19 yang mana kemarin saja terkonfirmasi sudah bertambah 15 kasus. Artinya kita harus segera melakukan pencegahan dengan melakukan monitoring pelaksanaan prtokol kesehatan, terutama di sekolah-sekolah. 

“Dan pada hari ini kita dan Pak Wakil Bupati melakukan Sidak ke sekolah dalam hal ini guru dan siswa menggunakan Prokes atau penggunaan masker. Kita tau bersama bahwa dengan kegiatan ini diharapkan kita semua bisa bersama-sama melaksanakan Prokes tentang penggunaan masker dalam rangka pencegahan peningkatan kasus Covid-19. Dan juga ada beberapa hal yang pemerintah laksanakan yaitu percepatan vaksinasi dan peningkatan Prokes seperti yang kita lakukan pada saat ini,” ujarnya.

Asisten III Bidang Administrasi, Pieter Erari menyampaikan, di hari kedua setelah Instruksi Presiden, di Kabupaten Nabire diperketat karena bertambah dengan cepat penularan Covid-19. Sehingga Pemda Nabire di hari kedua menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden RI, untuk mempercepat vaksinasi dan juga peningkatan Prokes. Dan juga memberikan edukasi sehingga para siswa maupun guru-guru dapat memperketat Prokes terutama menggunakan masker tapi juga menjaga jarak dan mencuci tanggan sehingga kegiatan proses blajar mengajar tatap muka 100% ini dapat dilakukan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan di banding 2 tahun yang lalu. 

Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, Sidak ke sekolah yang dipimpin Wakil Bupati Nabire ini guna memonitoring dari dekat Prokes pada tingkat satuan pendidikan yang ada di daerah ini.

Karena berdasarkan data yang diterima Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire terhitung Kamis 10 Februari 2022, jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan berjumlah 53 pasien.

“Bagi guru dan murid di semua satuan pendidikan diharuskan perketat Prokes. Untuk itu kehadiran Wakil Bupati bersama dinas dan tim gugus, guna meminta para kepala sekolah, dewan guru dan murid dapat perketat Prokes di masing–masing sekolah,” katanya.

Sebab berdasarkan data yang diterima Wakil Bupati dan juga kepala dinas dari tim gugus Cavid-19 tingkat Kabupaten, membuat kita harus turun dan melakukan monitoring langsung di sekolah. Sehingga diharapkan kepada pimpinan sekolah, guru dan masyarakat agar kita sama-sama lebih hati-hati saat melakukan kegiatan apapun yang ada di luar rumah. (des/ist)