NABIRE – Mulai bulan Oktober ini, masyarakat khususnya keluarga sejahtera yang menerima beras keluarga sejahtera (Rastra) tidak akan menerima lagi. Karena, pemerintah menghentikan (stop) bantuan pangan tunai berupa Beras Sejahtera (Rastra) yang diterima selama ini. Karena pemerintah menghentikan penyaluran beras tersebut sejak September.Penggantinya, pemerintah akan membantu keluarga sejahtera melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kelurga penerima manfaat akan menerima beras dan telur dengan belanja lewat e-warung Bank Rakyat Indonesia (BRI). Supervisor Bantuan Pangan Kabupaten Nabire, Zakeus Petege di ruang kerjanya, Kamis (3/10) mengatakan, pemerintah sudah menghentikan bantuan pangan berupa beras secara nasional. Mulai bulan ini, masyarakat tidak terima beras lagi. Untuk di Kabupaten Nabire, bantuan beras untuk September sudah didistribusikan.Petege menjelaskan, pemerintah mengganti bantuan pangan kepada keluarga sejahtera dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapat bantuan pangan berupa beras dan telur. KPM akan mendapatkan beras dan telur setiap bulan lewat e-Warung BRI.Oleh sebab itu, kata Petege, setiap KPM akan mendapatkan kartu berupa anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menggeseknya di e-Warung BRI. KPM akan menerima bantuan pemerintah, mengambil BPNT dengan menggesek ATM di e-Warung yang ditempatkan oleh BRI. Keluarga penerima manfaat dapat mengambil beras dan telur sesuai dengan besaran dana yang di e-Warung atas nama penerima. Karena itu, penerima mengambil beras dan telur sesuai dengan jatah yang dialokasikan pemerintah.Ketika ditanya tentang pelayanan BPNT bagi keluarga penerima manfaat di distrik yang jauh seperti Distrik Dipa dan Menou, Petege mengatakan kesulitan seperti itu sudah disampaikan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pengelola program. Dan itu bukan hanya dari Nabire dan Papua tetapi dengan beberapa daerah di luar tetapi jawaban, kita jalani sesuai dengan program pemerintah.Sekalipun demikian jawaban pemerintan pusat, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nabire ini mengatakan sedang mencari terobosan untuk melayani keluarga penerima manfaat di daerah terpencil dan sangat terpencil agar warga di daerah-daerah yang sulit juga menikmati bantuan pemerintah yang diperuntukan bagi keluarga tak mampu (keluarga sejahtera menurut Kemensos).(ans)