NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd secara tegas mengatakan, mulai tahun 2021 Pemerintah akan memberikan perhatian secara khusus bagi sekolah yang berada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T) termasuk bantuan bagi sekolah berpola asrama.

Untuk itu, bagi Sekolah Dasar (SD) dan SMP yang berada di daerah 3T itu akan mendapatkan dana bantuan operasional sebesar Rp.20.000.000 juta per sekolah, sementara bagi sekolah berpola asrama akan diberikan bantuan Sembilan Bahan Makakan Pokok (Sembako) di semua sekolah berpola asrama.

Sementara dinas pendidikan sesungguhnya telah memprogram hal tersebut  pada tahun 2020 lalu, namun dengan adanya wabah virus corona akhirnya tidak berjalan.

Kembali diusulkan pada tahun 2021 dan dipastikan untuk dana operasional bagi sekolah di daerah 3T dan sekolah berpola asrama akan jalan atau disalurkan sesuai dengan program yang telah ada.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu seraya menambahkan, itu dana operasional yang perlu diketahui oleh semua dewan guru.

Sehingga berdasarkan data yang telah ada bagi sekolah daerah 3T dan sekolah berpola asrama, dinas akan lebih dahulu mensosialisasikan dan selanjutnya dana dan bantuan Sembako tersebut dapat disalurkan.

Dan sumber dana bantuan operasional ini berasal dari sumber dana Otonomisasi Khusus (Otsus) yang pada awalnya diusulkan persekolah itu dapat lebih dari dua puluh juta.

Akan tetapi ada pemotong dana Otsus secara langsung di tingkat provinsi untuk menunjang kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON), sehingga pihak dinas hanya bisa memberikan operasional sebesar Rp. 20 juta persekolah di daerah 3T.

Sehingga diharapkan dengan adanya bantuan dana operasional ini bisa dapat menunjang biaya–biaya operasional bagi sekolah yang berada di daerah 3T dengan harapan setiap kepala sekolah harus terbuka bagi semua guru bawahannya.(des)