NABIRE - Walaupun dapat dikatakan terlalu dini untuk berspekulasi terkait pencalonan bagi peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) atau Pilkada Serentak tahun 2020 mendatang, namun banyak pihak mungkin beranggapan dan menilai satu hal, yakni menyangkut penjaringan dari Partai Politik (Parpol) pengusung. Apakah Parpol lebih memprioritaskan kader atau kah ada faktor lainnya, guna menaikan eksabilitas Parpol sendiri dalam memenangkan percaturan politik tingkat kabupaten khususnya ?Guna memberikan gambar sedikit terkait hal ini, utamanya di Kabupaten Nabire dalam beberapa hari kemarin salah satu Parpol telah membuka diri dengan melakukan proses pendaftaran dan penjaringan Calon Bupati (Cabup) dan Cawabup untuk diusung hingga maju dalam koalisi bersama partai lainnya.Menyangkut hal ini sendiri, seperti diberitakan media ini sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah membuka pendaftaran Cabup dan Cawabup untuk diusung dalam Pemilukada tahun 2020 mendatang. Cacatan terakhir awak media ini, sampai tanggal 14 September 2019 kemarin, tercatat sudah ada delapan belas (18) calon kandidat Cabup dan calon wakil bupati yang mendaftarkan diri pada penjaringan Cabup/Cawabup Nabire melalui partai bergambar Banteng mocong putih itu.Dari 18 nama, tercatat ada 15 nama calon bupati dan sisanya 3 calon wakil bupati. Seperti dikutip dari laman media online Nabire.net, ada beberapa nama yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kota yang dikenal kota emas ini dan rata-rata mereka (para calon, red) sering tampil serta mendaftarkan diri menjadi calon bupati di Nabire, mulai dari FX Mote, Yuvinia Douw, Decky Kayame, Mesak Magai dan lain sebagainya.Masih seperti disebutkan dalam media online tersebut, ada nama terakhir yang disebut mungkin sudah tidak asing lagi karena pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Nabire periode 2010-2015 lalu, yakni Mesak Magai, S.Sos., M.Si.Mesak Magai yang besar melalui partai yang dinahkodai Ketua Umum DPP Megawati Soekarno Putri ini saat pelaksanaan Pemilu Legislatif baru-baru ini telah terpilih menjadi anggota DPR Papua serta menjadi Wakil Ketua Bidang Buruh dan Nelayan DPD PDIP Provinsi Papua, juga tak ingin ketinggalan mengikuti penjaringan Cabup Nabire.Kata Mesak, penjaringan yang dilaksanakan sudah sesuai aturan partai. Sementara Cabup dan Cawabup yang dijaring terdiri dari 2 kategori. “PDIP lebih memprioritaskan kadernya terlebih dahulu dalam penjaringan Cabup dan Cawabup di kabupaten yang melaksanakan Pilkada, termasuk di Papua. Tidak seperti partai lainnya,” katanya.Lanjut Mesak, tanggal 19 September nanti, DPD PDIP akan menggelar rapat di tingkat Dewan Pimpinan Daerah atau tingkat provinsi untuk membahas semua calon yang sudah mendaftar. Kemudian Pilkada sendiri akan dilaksanakan serentak pada tanggal 23 September 2020 nanti sesuai tahapan KPU RI yang tertuang dalam PKPU nomor 15 tahun 2019.Merujuk hal tersebut dan mengingat perkembangan situasi politik daerah, tidak memungkinkan partai sendiri akan menentukan lewat jalur atau dalam penentuan pengusungnya berdasarkan hal lain, seperti menyangkut eksabilitas, kemampuan dan kredibilitas calon yang akan dilihat masing-masing Parpol pengusung, juga faktor lainnya yang memungkinkan ketika adanya koalisi partai dalam mengusung calonnya untuk bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Satu bahasa yang mungkin dapat disampaikan, bahwa tidak ada kata yang tidak mungkin dalam politik dan dalam politik tidak ada kawan ataupun lawan yang abadi, sewaktu-waktu pasti dapat berubah. Jangan ditingkat daerah, wilayah ataupun kabupaten hingga provinsi, sampai ditingkat pusat pun dapat memungkinkan adanya koalisi dan oposisi yang dapat berubah-ubah, lantaran setiap kepentingan Parpol pasti berbeda adanya, salam demokrasi. (wan/ist)