NABIRE - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosep Nabire Barat menyelenggarakan seminar sehari dengan topik materi pentingnya, pengenalan dan pengembangan jati diri sebagai orang muda Papua dalam dinamika perubahan dunia yang diberikan pemateri adalah Kepala Bappeda Kabupaten Intan Jaya Joni Gobai, S.IP.,M.Si.Pantauan di lapangan, pukul 14.00 WIT siang Jumat (30/8) kemarin, bertempat di Gereja Katolik  Yohanes Pembabtis Kaladiri I,  seminar OMK Paroki Santo Yosep Nabar yang dilaksanakan itu diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Paroki Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch. P.Ketika menyampaikan materi, Kepala Bappeda Kabupaten Intan Jaya Joni Gobai mengatakan, manusia sebagai ciptaan Allah memiliki indetitas khas dan unik. Karena Allah menciptakan manusia sesuai dengan citra atau gambar Allah itu sendiri.Dikatakan Joni Gobai, dalam Kitab Kejadian Pasal 1: 26-28 Berfirman Allah: Allah “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melalata dan merayap di bumi”.Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarnya, menurut gambar Allah diciptakannya dia laki-laki dan perempuan diciptakannya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”.Sesuai dengan sabda Allah dalam Kitab Kejadian tersebut Allah telah menegaskan, indentitas dan jati diri manusia yaitu serupa dan secitra dengan Allah yang memiliki akal budi dan pikiran yang membedakan dengan ciptaan Allah lain. Artinya manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia dan diberikan kuasa penuh untuk berkembang biak serta penuhi muka bumi dan menguasai semua ciptaan Allah yang ada di udara,laut dan seisi muka bumi.Selanjutnya, pengenalan jati diri adalah untuk mengenal diri perlu diawali dengan mencari tahu keunikan karya penciptaan Allah bagi diri kita masing-masing. Pengembangan jati diri adalah mengembangkan jati diri sebagai orang muda Papua dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain melalui pendidikan formal dan non formal, pelatihan kursus, pembinaan rohani, belajar mandiri, seminar, diskusi kelompok, diskusi publik, narasumber, lokakarya, Diklat kepemimpinan, partisipasi dalam berorganisasi dan lain sebagainya.Adaptasi orang muda Papua umumnya dan khususnya orang muda Paroki Santo Yosep Nabar hari ini mau tidak mau suka tidak suka, senang tidak senang generasi muda berada dalam situasi tersebut dan akan menghadapi perubahan yang kian dasyat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) turut merubah dunia setiap detik dan telah memicu proses globalisasi penyatuan dunia yang menebus batas-batas wilayah, negara dan bangsa.Inilah tantangan nyata yang sedang dan kita akan hadapi. Oleh karena itu, generasi muda Papua dalam mempertahankan dan mengembangkan jati dirinya perlu segera beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan irama perubahan dunia agar tidak termakan arus globalisasi melalui peningkatan kapasitas intelektual dan ketrampilan yang seimbang sesuai tuntutan perubahan yang sedang dan akan dihadapi oleh generasi muda Papua dalam mempertahankan eksistensi jati diri generasi muda Papua di tengah kemajemukan perubahan dunia.Dan selanjutnya akan dilaksanakan tanya jawab bersama oleh pemateri atau narasumber dan peserta seminar OMK Paroki Santo Yosep Nabar dan seusai itu berakhir ucapan terima kasih oleh Pastor Paroki kepada pemateri dan dilanjutkan foto bersama dan berakhir semua rangkaian kegiatan ditutup dengan doa penutup sekaligus ramah tamah duduk minum kopi, teh, makan jagung, kacang, pisang bersama di halaman atau didepan gereja.(modes)