Osea Petege : Truk Dengan “Bak Modifikasi” Perlu Ditertibkan
NABIRE – Truk dengan bak dimodifikasi dengan ukuran menjadi lebih tinggi, terlihat sudah cukup banyak ada di wilayah Meepago, khususnya di Nabire. Menurut pandangan salah seorang warga yang juga seorang pengusaha, Osea Petege, truk yang dimodifikasi baknya menjadi lebih tinggi ukurannya yang ada di Nabire, perlu ditertibkan oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Nabire.

NABIRE – Truk dengan bak dimodifikasi dengan ukuran menjadi lebih tinggi, terlihat sudah cukup banyak ada di wilayah Meepago, khususnya di Nabire. Menurut pandangan salah seorang warga yang juga seorang pengusaha, Osea Petege, truk yang dimodifikasi baknya menjadi lebih tinggi ukurannya yang ada di Nabire, perlu ditertibkan oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Nabire.
“Selain memang tidak sesuai aturan, modifikasi bak truk menjadi tinggi itu imbasnya ada bentangan kabel listrik yang terputus terkena terjang laju truk ini,” ujar Osea Petetge kepada Papuapos Nabire, Selasa (12/10/21) kemarin.
Lebih lanjut dikatakan Osea, truk berbak modifikasi tinggi ini pun bermuatan yang tidak sewajarnya alias lebih dari seharusnya daya muat tipe truk tersebut. Jika muatan truk jenis canter itu antara 3 sampai 4 ton, namun dengan adanya modifikasi bak, muatan bisa mencapai 7 ton.
“Ini maksudnya bagaimana yang terjadi di Nabire ini. Ini menjadi tugas Dinas Perhubungan untuk melakukan kontrol di lapangan. Ukuran truk angkutan ini perlu distandarisasi supaya resikonya kita minimalisir,” ujarnya.
Terlebih lagi, kata Osea, perjalanan ke arah pedalaman dengan kondisi jalan yang begitu menantang. Banyak tanjakan terjal dan berkelok di ruas jalan menuju pedalaman. Bayangkan jika mesin truk dengan bak modifikasi tiba-tiba rusak pada saat berada pada tanjakan.
Kata Osea, truk dengan bak yang tinggi itu bukan standar tapi itu dipaksakan. Karena bak truk tinggi maka muatannya mereka dorong sampai 6 hingga 7 ton. Sebenarnya dengan spesifikasi mesin truk jenis itu hanya untuk memuat barang antara 3 sampai 4 ton. Kalau memang muatannya berbobot sampai 7 ton, solusinya adalah dengan cara meningkatkan ke jenis truk yang lebih tinggi kapasitas muatannya, seperti Fuso msialnya.
“Mesin itu muatannya kan sudah diukur oleh pabrik. Jika akan mengangkut barang dengan jumlah banyak maka yang dilakukan adalah dengan berpindah ke tipe truk yang lain yang kapasitas daya angkutnya lebih besar. Kalau mau merubah atau memodifikasi truk itu tidak sembarangan tempat, tapi itu dilakukan di karoseri dengan merubah uji tipe. Jadi merubah bak truk itu di karoseri, tidak bisa disini mereka main rubah karena itu berkaitan dengan kapasitas kemampuan mesin,” paparnya.
Dishub Berkewajiban Lakukan Penertiban
Dinas Perhubungan, menurut Osea Petege, punya kewajiban untuk menertibkan truk-truk yang merubah uji tipe. Sebenarnya untuk merubah bak ini hanya bisa terjadi di karoseri. Karoseri punya kapasitas, punya ijin untuk merubah bak.
“Berbeda dengan kalau mobil angkutan pribadi modifikasi itu tidak merubah kapasitas daya angkut. Sekarang yang truk yang tadinya standar merubah baknya tinggi kemudian muatannya sampai melebihi kapasitasnya itu tidak bisa, itu harus ditertibkan distandarisasikan,” katanya.
Saat dinas terkait melakukan sweeping di lapangan, usul Osea, jangan hanya pemeriksaan terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan maupun sopir. Namun ususlnya, terkait modifikasi bak truk juga perlu disweeping.
Jenis Truk dan Kapasitasnya
Disadur dari www.deliveree.com, jenis truk dan kapasitasnya, Tronton Wingbox dengan dimensi P : 950 cm, L : 240 cm, T : 240 cm, berkapasitas 18.000 Kg. Tronton dengan dimensi P : 950 cm, L : 240 cm, T : 240 cm, berkapasitas 15.000 Kg. Fuso Berat dengan dimensi P : 570 cm, L : 230 cm, T : 220 cm, berkapasitas 8.000 Kg. Fuso Ringan dengan dimensi P : 500 cm, L : 200 cm, T : 200 cm, berkapasitas 5.000 Kg. Double Engkel dengan dimensi P : 420 cm, L : 200 cm, T : 170 cm, berkapasitas 4.000 Kg. Engkel Box dengan dimensi P : 310 cm, L : 170 cm, T : 170 cm, berkapasitas 2.200 Kg. Small Box dengan dimensi P : 227 cm, L : 153 cm, T : 120 cm, berkapasitas 800 Kg. Pickup dengan dimensi P : 200 cm, L : 156 cm, T : 120 cm, berkapasitas 800 Kg. Van dengan dimensi P : 220 cm, L : 135 cm, T : 130 cm, berkapasitsa 720 Kg. Ekonomi dengan dimensi P : 100 cm, L : 90 cm, T : 75 cm, berkapasitas 150 Kg. (ros)
Bagikan artikel ini



